Ditiru Singapura, Teknologi Kebanggaan RI Sekarang Dicontek Malaysia
Jakarta, CNBC Indonesia - Bank sentral Malaysia memutuskan menghapus jaringan pembayaran QR milik setiap penyedia secara bertahap dalam 2 tahun ke depan. Kebijakan ini diambil untuk mewujudkan satu sistem pembayaran QR yang terintegrasi dan saling terhubung atau interoperable. Rencana ini serupa dengan QRIS yang sudah lebih dulu beroperasi di Indonesia sejak 2019.
Melalui dokumen kebijakan Interoperable Fund Transfer Framework yang baru diterbitkan, seluruh jaringan QR proprietary wajib dihentikan paling lambat 30 Juni 2028. Selama masa transisi, lembaga keuangan yang terdampak juga dilarang merekrut merchant baru ke dalam jaringan QR tertutup mereka.
Kebijakan tersebut bertujuan agar masyarakat dapat menggunakan aplikasi bank maupun dompet digital mana pun yang berpartisipasi untuk melakukan pembayaran melalui satu jaringan QR yang sama. Dengan begitu, konsumen tidak lagi bergantung pada sistem tertutup yang dioperasikan masing-masing penyedia layanan.
Dalam aturan baru itu, seluruh bank yang menyediakan layanan pembayaran QR diwajibkan bergabung dengan infrastruktur pembayaran bersama. Bank juga harus memungkinkan nasabahnya melakukan pembayaran kepada merchant yang dilayani oleh seluruh acquirer yang berpartisipasi.
Di sisi lain, merchant acquirer juga wajib memastikan merchant yang mereka layani dapat menerima pembayaran dari pelanggan seluruh institusi keuangan yang menjadi peserta jaringan tersebut, demikian dikutip dari The Edge Malaysia, Kamis (2/7/2026).
Infrastruktur pembayaran bersama yang dimaksud adalah Real-time Retail Payments Platform, yang mendukung layanan seperti DuitNow Transfer dan DuitNow QR. Platform ini dioperasikan oleh Payments Network Malaysia Sdn Bhd (PayNet).
Seperti di dalam negeri dengan QRIS, yang merupakan satu kode QR tunggal yang dapat dibaca oleh semua aplikasi dompet digital dan bank yang beroperasi di Indonesia. Tidak ada lagi kebingungan melihat banyaknya kode QR berbeda di satu tempat usaha, dan pengalaman ini juga sangat membantu wisatawan asing.
Keunggulan QRIS juga sudah teruji secara luas. Hingga pertengahan 2026, QRIS digunakan oleh lebih dari 30 juta pedagang dan 45 juta pengguna aktif di seluruh Indonesia, serta telah terhubung lintas negara dengan Singapura, Malaysia, Thailand, dan negara lain. Bahkan sejak November 2023, QRIS sudah terintegrasi dengan SGQR di Singapura, memudahkan wisatawan Indonesia bertransaksi di sana.
Langkah ini diambil negeri jiran di tengah meningkatnya penggunaan layanan transfer dana secara elektronik di Malaysia. Menurut BNM, mobile banking kini menjadi kanal pembayaran favorit masyarakat dan mendorong adopsi transaksi digital secara berkelanjutan. Saat ini, setiap warga Malaysia rata-rata melakukan sedikitnya 1,5 transaksi pembayaran elektronik setiap hari.
"Pencapaian ini ditopang oleh infrastruktur pembayaran bersama yang berfungsi sebagai jaringan interoperabilitas yang menghubungkan rekening bank dan rekening uang elektronik nonbank, baik untuk transfer dana antar rekening maupun pembayaran kepada merchant," tulis bank sentral Malaysia.
(dem/dem) Add
source on Google