Tanda Kiamat HP China, Xiaomi-Vivo-Oppo Kompak Lakukan Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Krisis kelangkaan chip memori global yang memicu lonjakan biaya komponen hardware telah menghantam industri perangkat elektronik konsumen seperti laptop, HP, dan konsol game. Perusahaan elektronik kawakan bahkan tak kebal dari dampaknya, termasuk Apple dan Sony yang sudah mengumumkan penyesuaian harga jual perangkat.
Beberapa analis sudah mewanti-wanti bahwa peningkatan harga komponen akan paling menggerus industri HP China yang banyak menyasar konsumen entry-level melalui ponsel-ponsel harga terjangkau.
Prediksi itu sudah menunjukkan bukti nyata, terlihat dari laporan firma riset Counterpoint dan IDC di Q1-2026 yang menunjukkan penurunan pengapalan HP. Merek-merek China tampak mencatat kinerja penurunan paling tajam.
Terbaru, menurut laporan dari Nikkei Asia, dikutip dari Android Headlines, Rabu (1/7/2026), beberapa 'raja' HP China dikatakan telah memangkas target pengapalan HP di 2026 sebanyak 30%. Masing-masing yang disebutkan adalah Xiaomi, Vivo, dan Oppo, yakni tiga merek yang langganan masuk jejeran 'Top 5' HP dengan pengapalan global terbesar.
Menurut Android Headlines, permintaan pasar memang bersifat fluktuatif. Ada beberapa alasan yang disinyalir menjadi penyebab pemangkasan target pengapalan HP China.
Misalnya, HP yang diluncurkan dengan desain benar-benar baru dan peningkatan hardware yang signifikan, berpotensi mengalami permintaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pembaruan yang bersifat inkremental. Selain itu, kondisi ekonomi juga dapat memengaruhi permintaan.
Namun, di luar itu, faktor yang tak bisa dipungkiri adalah kelangkaan harga komponen dan kenaikan harga jual yang membuat permintaan lesu. Hal ini mencakup komponen memori seperti penyimpanan dan RAM, serta PCB dan komponen pendukung lainnya. Akibatnya, perusahaan-perusahaan tersebut menghadapi kesulitan lebih besar dalam merencanakan produksi.
Muncul spekulasi bahwa jika situasi pasokan tidak membaik, peluncuran produk bisa saja tertunda. Lebih buruk lagi, volume produksi mungkin menurun, sehingga HP akan lebih sulit didapatkan saat peluncuran.
Kendati demikian, krisis kelangkaan chip memori yang mendongkrak harga komponen ini kemungkinan tak akan berpengaruh signifikan terhadap pabrikan HP flagship seperti Apple dan Samsung. Kemungkinan rantai pasokan keduanya sudah lebih 'aman', meski tidak sepenuhnya kebal dari guncangan.
Ke depan, mungkin ada kabar baik terkait sektor memori, menurut Android Headlines. Ada pihak-pihak yang memprediksi bahwa produsen memori asal China dapat membanjiri pasar dengan hardware buatan mereka sendiri. Hal ini berpotensi meredakan kelangkaan memori dan menurunkan kembali harga mulai 2027 mendatang. Kita tunggu saja!
(fab/fab) Add
source on Google