Ketakutan Paling Besar Warga Pakai AI Dijawab Microsoft

Intan Rakhmayanti Dewi,  CNBC Indonesia
30 June 2026 18:10
Microsoft. (REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo)
Foto: Microsoft. (REUTERS/Gonzalo Fuentes/File Photo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Microsoft menegaskan tidak menggunakan data pelanggan untuk melatih model kecerdasan buatan (AI) yang mereka sediakan.

Penegasan tersebut disampaikan Senior Cloud and AI Platform Go to Market Lead Microsoft ASEAN, Fiki Setiyono, dalam acara Work Trend Index 2026 Indonesia di Jakarta, Selasa (30/6/2026).

Microsoft, kata Fiki, dapat memastikan secara teknis bahwa data pelanggan tidak dikirim untuk melatih ulang model AI.

"Ini yang mungkin harus saya coba bantu mengelaborasi, data tidak dikirim untuk men-training ulang reasoning model bersangkutan," ujar Fiki.

Ia mencontohkan layanan Azure OpenAI yang menjadi salah satu frontier models Microsoft. Menurutnya, data yang diproses melalui layanan tersebut tidak digunakan untuk meningkatkan kemampuan model AI.

"Artinya tidak membuat data customer yang menggunakan teknologi kami itu digunakan untuk mempintarkan si reasoning model. Technically kami men-establish secara itu yang bisa dibuktikan secara technical," terangnya.

Di sisi lain, Fiki mengatakan kebutuhan industri terhadap AI kini berkembang ke arah sovereign AI, yakni konsep yang menekankan kedaulatan pengelolaan data dan infrastruktur AI disetiap negara atau organisasi.

Menurut dia, meningkatnya pembahasan mengenai sovereign AI bukan menjadi kemunduran bagi industri, melainkan bukti bahwa adopsi AI telah berkembang semakin matang.

"Kami juga melihat, dan ini sebetulnya encouraging, ini bukan setback. Di mana kebutuhan industri sekarang terhadap AI itu juga bergerak ke sovereign AI," kata Fiki.

Fiki menambahkan, bagi Microsoft, sovereign AI bukan hanya sekedar konsep. Perusahaan telah menghadirkan dukungan teknologi yang berlandaskan dua prinsip utama.

Prinsip pertama adalah memastikan ketersediaan infrastruktur AI. Ia menyebut Microsoft telah menghadirkan pusat data di Indonesia yang dilengkapi infrastruktur AI, termasuk VM dan GPU yang dapat dimanfaatkan pelanggan.

"Keberadaan data center Microsoft di Indonesia sudah ada infrastruktur berbasis AI, VM, GPU yang bisa diutilize. Itu prinsip pertama bagaimana Microsoft ingin mendemokratisasi keberadaan infrastruktur mendukung sovereign," tuturnya.

Sementara prinsip kedua adalah memperluas akses terhadap berbagai model AI. Menurut Fiki, Microsoft tidak membatasi pengguna hanya pada satu model AI, sehingga pelanggan bisa memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.

"Demokratisasi itu bukan cuma di infrastrukturnya tapi juga di AI modelnya. Jadi di Microsoft, kita tidak hanya membatasi para pengguna AI di satu AI model," pungkasnya.

(dem/dem) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Video:Kembangkan AI, Microsoft Akan Investasi Rp 177 Triliun di Jepang


Most Popular
Features