Motor dan Mobil Penyumbang Emisi Gas Tertinggi, Ini Solusi dari AHY
Jakarta, CNBC Indonesia - Emisi gas tertinggi terbesar berasal dari transportasi darat seperti mobil dan motor. Jauh lebih besar dari kendaraan laut, udara maupun kereta api.
Dalam paparannya di acara Konferensi Pers Peluncuran Gerakan Langkah Hijau Grab untuk Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menjelaskan energi menjadi penyumbang terbesar emisi gas. Jumlahnya mencapai 55,3%, salah satunya berasal dari transportasi sebesar 22%. Pada transportasi, AHY menjelaskan jumlah penyumbang terbesar kendaraan darat.
"Ini 22% transportasi ini, 89%-nya berasal dari mana? Darat. Darat termasuk motor dan mobil," kata AHY, Senin (29/6/2026).
Hal ini membuat transportasi hijau sangat dibutuhkan. Tujuannya adalah mengurangi emisi gas dan polusi. Selain itu transportasi yang ramah lingkungan juga akan menekan biaya transportasi. Meski ada modal besar untuk mengkonversi kendaraan berbasis fosil bio menjadi baterai di investasi awal, namun dia meyakini dalam jangka panjang akan lebih baik.
Berikutnya adalah mengurangi ketergantungan pada energi fosil. Harga minyak dunia sendiri bisa sangat fluktuatif karena perang yang terjadi di Timur Tengah, sumber terbesar energi tersebut.
Keberadaan kendaraan listrik juga bisa mendorong pertumbuhan industri nasional. Sebab selama ini import kendaraan listrik juga masih terbilang banyak.
"Mendorong pertumbuhan industri nasional. Ini penting atau tidak? Selama ini, kita masih banyak mengimport untuk kendaraan-kendaraan listrik. Betul ya? Walaupun juga sudah ada yang mengembangkan kendaraan roda dua," jelasnya.
AHY juga mengapresiasi langkah Grab Indonesia untuk melakukan langkah-langkah mengurangi emisi gas dan polusi. Perusahaan telah memiliki 28 ribu kendaraan listrik dan akan bertambah hingga 42 ribu pada akhir tahun ini.
"Secara agresif, secara progresif, Grab Indonesia punya target-target untuk melakukan elektrifikasi. Untuk mengurangi emisi gas dan polusi udara," ucap AHY.
(npb/wur) Add
source on Google