14 Tahun Nganggur, Tiba-Tiba Langsung Transfer Uang Rp 153 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Tahun lalu, terjadi transaksi Bitcoin dalam jumlah yang tak biasa, bahkan menjadi transfer terbesar sepanjang masa.
Terdapat 80.000 BTC atau saat itu bernilai US$8,6 miliar (sekitar Rp 153 triliun) yang mengendap selama 14 tahun. Ribuan Bitcoin tersebut berasal dari delapan dompet yang sudah tidak aktif sejak 2011.
Transfer dibagi menjadi beberapa kali dengan masing-masing sebesar 10 ribu BTC. Saat itu perdagangan Bitcoin masih di bawah US$4 per koin atau disebut sebagai era Satoshi. Jumlah Bitcoin yang ditransfer melampui rekor sebelumnya sebanyak 3.700 BTC.
"Ini merupakan pergerakan harian koin terbesar berusia 10 tahun atau lebih dalam sejarah," kata kepala penelitian CryptoQuant, Julio Moreno, dikutip dari Tech Spot, Senin (29/6/2026).
Direktur Coinbase, Conor Grogan mengatakan kecil kemungkinan pengiriman itu bagian dari peretasan. Diperkirakan berasal dari pengujian kunci milik pribadi apakah dompet masih bisa dibuka atau tidak.
"Kemungkinan kecil US$8 miliar dalam BTC telah diretas atau kunci pribadi yang dikompromikan," ujarnya.
Dia menambahkan jika memang terjadi peretasan, kasus ini bakal jadi pencurian terbesar yang pernah ada.
"Jika benar [sekali lagi, saya berspekulasi] ini akan jadi pencurian terbesar dalam sejarah manusia," kata Grogan.
Menurut Tech Spot, tidak ada bukti ribuan Bitcoin telah dijual atau dipindahkan. Arkham Intelligence mengatakan kejadian ini kemungkinan terjadi akibat adanya peningkatan alamat dari format lama ke alamat yang lebih baru dan aman.
Terkait kejadian pengiriman 80 ribu Bitcoin, sejumlah pengamat mengatakan transfer jadi penanda perubahan kepemilikan. Termasuk bisa meningkatkan alamat dompet baru atau adanya pelanggaran keamanan pada tempat penyimpan Bitcoin.
(fab/fab) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]