Trump Akhirnya Menyerah, Baru Blokir Sekarang Mendadak Berubah Pikiran

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Sabtu, 27/06/2026 15:15 WIB
Foto: Kolase Presiden AS, Donald Trump dan CEO of Anthropic, Dario Amodei. (Reuters dan AFP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic kembali membuka akses terhadap model AI paling canggihnya, Claude Mythos 5. Ini dilakukan setelah pemerintah Amerika Serikat (AS) melonggarkan pembatasan yang sebelumnya diberlakukan karena alasan keamanan nasional.

Dalam pengumuman pada Jumat (26/6), Anthropic menyatakan pemerintah AS kini mengizinkan perusahaan mendistribusikan Claude Mythos 5 kepada sejumlah organisasi terpercaya di AS. Keputusan ini membalik sebagian kebijakan yang diterapkan sekitar dua pekan lalu yang sempat menghentikan akses terhadap model tersebut.


Sumber yang mengetahui kebijakan terbaru itu mengatakan lebih dari 100 perusahaan dan institusi kini akan memperoleh akses ke Mythos 5. Daftar tersebut mencakup banyak perusahaan anggota Fortune 500.

Pemerintahan Presiden Donald Trump memang mengambil aturan ketat terhadap peluncuran model AI canggih milik Anthropic maupun OpenAI. Langkah tersebut dipicu kekhawatiran bahwa teknologi AI berkemampuan tinggi dapat disalahgunakan oleh pihak militer maupun badan intelijen di China, Rusia, dan negara-negara lain yang menjadi perhatian pemerintah AS.

Sebelumnya pada hari yang sama, OpenAI juga mengumumkan menunda peluncuran penuh GPT-5.6 atas permintaan pemerintah AS. Model tersebut sementara hanya dapat diakses oleh kelompok kecil mitra yang telah melalui proses verifikasi dan datanya dibagikan kepada otoritas pemerintah.

Anthropic sendiri sebelumnya langsung menonaktifkan model AI tercanggihnya, yakni Mythos 5 dan Fable 5, bagi seluruh pengguna setelah pemerintah AS menerbitkan perintah pengendalian ekspor pada 12 Juni lalu.

"Hari ini, pemerintah memberi tahu kami bahwa Mythos 5, model keamanan siber terkuat kami, dapat kembali digunakan oleh sejumlah organisasi di AS yang mengoperasikan dan melindungi infrastruktur kritis," kata Anthropic, dikutip CNBC Indonesia dari Reuters, Sabtu (27/6/2026).

"Kami dengan cepat memulihkan akses bagi organisasi-organisasi tersebut, dan kami terus bekerja sama dengan pemerintah untuk memperluas akses ke Mythos 5 serta kembali menyediakan Fable 5 untuk penggunaan umum," lanjut perusahaan tersebut.

Pembatasan Mulai Dilonggarkan

Menteri Perdagangan AS Howard Lutnick dalam suratnya kepada Anthropic menyebut telah terjadi kemajuan signifikan dalam kerja sama perusahaan dengan pemerintah untuk mengatasi risiko yang terkait dengan Covered Models.

Namun, belum diketahui secara jelas perlindungan tambahan apa saja yang telah diterapkan. Anthropic sebelumnya mengungkapkan pemerintah meyakini terdapat metode untuk membobol atau melakukan *jailbreak* terhadap sistem pengamanan yang mencegah Fable 5 digunakan untuk mengidentifikasi celah keamanan perangkat lunak.

Lutnick juga menyampaikan bahwa lisensi ekspor kini tidak lagi diperlukan bagi Mythos 5 jika digunakan oleh perusahaan terpercaya beserta karyawan mereka yang bukan warga negara AS maupun pegawai Anthropic yang bukan warga negara AS. Namun, pembatasan lisensi tetap berlaku bagi perusahaan yang tidak masuk dalam daftar yang disetujui pemerintah.

Sumber Reuters mengatakan sebagian besar perusahaan yang mendapat persetujuan merupakan anggota Project Glasswing milik Anthropic yang berisi sekitar 100 perusahaan teknologi dan institusi ternama.

Pemerintah AS juga disebut tengah menuju memberikan izin bagi Anthropic untuk merilis Fable 5 dalam waktu dekat, meski jadwal pastinya masih belum ditentukan.

Fable 5 dan Mythos 5 menggunakan model AI dasar yang sama. Bedanya, Fable 5 dirancang untuk tersedia secara luas bagi publik, sedangkan sejumlah lapisan pengamanan pada Mythos telah dilonggarkan untuk kebutuhan tertentu.

Meski demikian, hubungan Anthropic dengan pemerintah AS sempat memanas. Perusahaan itu sebelumnya menolak mengizinkan militer AS menggunakan model AI mereka untuk pengawasan domestik maupun sistem persenjataan yang sepenuhnya otonom. Setelah itu, pemerintah memasukkan Anthropic ke dalam daftar hitam keamanan nasional.

Pembatasan terhadap Anthropic dan OpenAI diterapkan setelah Presiden Trump menandatangani perintah eksekutif yang membentuk kerangka kerja sukarela. Aturan tersebut memungkinkan pengembang AI menyerahkan "covered frontier models" kepada pemerintah AS hingga 30 hari sebelum model itu dirilis kepada mitra terpercaya.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Jurus Komdigi Dorong Kemandirian Teknologi & Jamin Keamanan Data