Terbongkar Taktik Licik Israel Hancurkan Iran dari Dalam
Jakarta, CNBC Indonesia - Taktik Israel 'menghancurkan' Iran dari dalam akhirnya terbongkar. Berdasarkan pengakuan mantan Perdana Menteri Israel, Naftali Bennett, pada Selasa (23/6) waktu setempat, Israel sengaja menyelundupkan perangkat internet satelit Starlink ke Iran untuk membantu kalompok pendemo anti-pemerintah.
Kendati demikian, Bennett mengatakan Perdana Menteri Israel saat ini, Benjamin Netanyahu, gagal mengikuti rencana tersebut untuk menghasilkan dampak yang diinginkan.
Bennett menjabat sebagai Perdana Menteri Israel dari 2021 hingga 2022. Dalam Konferensi Kebijakan Internasional JNS di Jerusalem, Bennett buka-bukaan terkait taktik propaganda Israel pada eranya.
"Saya menginisiasi proses pembelian dan penyelundupan ribuan perangkat Starlink ke Iran untuk mengamankan akses jaringan sosial dan internet," kata Bennett, dikutip dari Reuters, Rabu (24/6/2026).
Starlink merupakan layanan di bawah SpaceX milik Elon Musk. Layanan tersebut memungkinkan aliran internet berbasis satelit yang bisa menjangkau wilayah-wilayah remot dan terpencil, sekaligus mengaliri jaringan di negara-negara yang internetnya sengaja dibatasi pemerintah.
Iran sebelumnya telah menuduh Israel dan AS menyelundupkan perangkat tersebut untuk melemahkan keamanannya. Starlink tidak memiliki izin untuk beroperasi di Iran, tetapi Musk sebelumnya mengatakan layanan tersebut aktif di sana.
Bennett mengatakan perangkat tersebut dimaksudkan untuk memungkinkan para pengunjuk rasa berkoordinasi dan pada akhirnya menggulingkan pemerintah Iran.
"Sayangnya, pemerintah Israel yang tidak kompeten saat ini berhenti melakukan itu," katanya. "Dan ketika protes terjadi, infrastruktur itu tidak ada," ia menambahkan.
Kantor Netanyahu tidak segera menanggapi pertanyaan tentang pernyataan Bennett dan SpaceX tidak dapat dihubungi untuk memberikan komentar di luar jam kerja AS.
Otoritas Iran telah menutup akses publik ke internet selama periode kerusuhan, termasuk selama protes nasional yang mematikan pada Januari 2026 dan selama perang AS-Israel dengan Iran yang dimulai pada akhir Februari 2026.
Reuters sebelumnya melaporkan bahwa beberapa warga Iran beralih ke Starlink selama pemadaman internet.
Bennett merupakan pemimpin partai sayap kanan dan salah satu dari beberapa politisi oposisi yang bersaing untuk menggantikan Netanyahu dalam pemilihan yang akan diadakan paling lambat Oktober mendatang.
Ia mengatakan Israel dan negara-negara Timur Tengah lainnya perlu "bergabung untuk menolak dan akhirnya menggulingkan" pemerintah Iran.
"Ini adalah rezim yang busuk, tua, terputus, dan tidak kompeten, dan akan jatuh seperti Uni Soviet jatuh," katanya, disambut tepuk tangan.
(fab/fab) Add
source on Google