Jualan HP Tidak Laku, Cuma Merek Ini yang Masih Diserbu Warga

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 13:45 WIB
Foto: Jasa Service HP. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pasar smartphone global masih menghadapi penurunan. Laporan terbaru dari Counterpoint Realme, menunjukkan penjualan smartphone dunia kembali turun dalam sembilan pekan berturut-turut.

Di tengah pelemahan pasar tersebut, hanya dua merek besar yang mampu mencatat pertumbuhan signifikan, yakni Apple dan Huawei.


Berdasarkan data Counterpoint, penjualan iPhone naik 10% secara tahunan (year-on-year/yoy) pada periode 11-17 Mei 2026. Kinerja positif itu terjadi saat pasar smartphone global justru mengalami penurunan sebesar 8%.

Di antara para pemain utama industri, hanya Huawei yang mampu mengikuti jejak raksasa asal Amerika Serikat tersebut, dengan pertumbuhan yang lebih tinggi, yakni mencapai 23% secara tahunan.

Sebaliknya, sejumlah merek besar lainnya mencatat penurunan penjualan. Samsung mengalami penurunan 1%, disusul Oppo yang turun 10%, Xiaomi merosot 17%, dan Vivo anjlok 19%. Sementara itu, gabungan seluruh merek lainnya mencatat penurunan penjualan hingga 19%.

Counterpoint menilai berbagai program promosi yang digelar di China dan India belum mampu mengembalikan minat beli konsumen. Kondisi tersebut terjadi di tengah kenaikan harga, penyesuaian jadwal peluncuran produk, serta langkah efisiensi biaya yang dilakukan para produsen perangkat (OEM) akibat krisis pasokan memori yang masih berlangsung.

Direktur Riset Counterpoint Research, Tarun Pathak, mengatakan produsen smartphone kini mulai menyesuaikan strategi bisnis mereka untuk menghadapi lonjakan harga komponen memori.

"Sekarang sudah jelas bahwa harga memori akan tetap tinggi sepanjang 2026, dan para OEM telah menyesuaikan strategi mereka," ujarnya, dikutip dari 9to5Mac, Selasa (23/6/2026).

Untuk menghadapi tekanan tersebut, lanjutnya, mereka menerapkan kombinasi kenaikan harga, penyesuaian peluncuran produk, dan langkah efisiensi biaya yang agresif, termasuk perangkat yang mengurangi beberapa fitur serta pengelolaan saluran distribusi yang lebih efisien.

Menurut Counterpoint, kesenjangan kinerja antara Apple dan Huawei dibandingkan pemain lain semakin terlihat. Hal itu dipengaruhi oleh perbedaan stabilitas rantai pasok dan kemampuan masing-masing perusahaan dalam mengeksekusi strategi harga di tengah kondisi pasar yang sulit.

Laporan tersebut muncul tak lama setelah CEO mengonfirmasi bahwa kenaikan harga produk Apple akan terjadi akibat kelangkaan RAM yang melanda industri teknologi global.

Namun, Cook belum menjelaskan apakah penyesuaian harga tersebut akan diterapkan pada produk yang saat ini sudah beredar di pasar atau hanya berlaku untuk perangkat baru yang akan diumumkan dalam waktu dekat.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Tantangan RI Perkuat Ekonomi Digital Lewat Industri Game, e-Sport & Sp