Krisis 2026 Makin Parah, Nasib Pedagang HP Memprihatinkan

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Selasa, 23/06/2026 10:50 WIB
Foto: Nothing Phone (2). (Dok. nothing.tech)

Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen ponsel Nothing memutuskan untuk membatalkan peluncuran seri CMF Phone terbaru tahun ini. Keputusan tersebut diambil di tengah lonjakan harga komponen, terutama memori RAM, yang membuat biaya produksi ponsel kelas terjangkau semakin mahal.

Hingga saat ini, seri CMF Phone baru meluncurkan dua model. Namun, untuk sementara waktu, lini produk tersebut tidak akan mendapat penerus karena kenaikan harga material membuat pengembangannya menjadi tidak lagi ekonomis.


CMF Phone selama ini dikenal sebagai lini smartphone murah dari Nothing yang menawarkan nilai tinggi di kelasnya. Namun, kenaikan harga komponen dalam beberapa waktu terakhir memberikan tekanan besar, terutama bagi perangkat dengan segmen harga terjangkau.

Co-founder Nothing sekaligus sosok di balik pengembangan seri CMF Phone, Akis Evangelidis, mengonfirmasi melalui platform X bahwa perusahaan membatalkan peluncuran CMF Phone generasi berikutnya.

"Kami sebenarnya sedang mengembangkan penerusnya, tetapi dengan harga memori yang berada di level saat ini, kami tidak bisa membuat ponsel yang benar-benar terasa lebih maju dengan harga yang masih masuk akal untuk CMF. Karena itu, kami memutuskan untuk tidak meluncurkan ponsel CMF baru tahun ini," ujar Evangelidis dalam unggahan di X, dikutip dari 9to5Google, Senin (22/6/2026).

Dalam unggahan lanjutan, Evangelidis mengungkapkan kondisi pasar saat ini membuat biaya produksi melonjak drastis. Menurutnya, jika Nothing meluncurkan perangkat dengan spesifikasi yang sama persis seperti CMF Phone 2 Pro, harga produksinya kini bisa sekitar 50% lebih mahal dibanding sebelumnya.

Ia juga menyinggung ketersediaan CMF Phone 2 Pro yang telah lama kehabisan stok. Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan melonjaknya biaya material yang dibutuhkan untuk memproduksi perangkat tersebut.

Keputusan Nothing menghentikan sementara pengembangan CMF Phone muncul hanya beberapa hari setelah CEO Nothing, Carl Pei, mengungkapkan bahwa RAM kini menjadi komponen paling mahal dalam pembuatan smartphone.

Menurut Pei, biaya memori bahkan telah melampaui harga prosesor maupun layar. Ia menyebut RAM dapat menyumbang "lebih dari 50% dari total biaya perangkat keras" dalam sebuah smartphone, meski porsinya bisa berbeda tergantung jenis perangkat yang diproduksi.

Kondisi ini menunjukkan krisis harga memori yang melanda industri teknologi pada 2026 semakin memburuk. Selama harga RAM masih berada di level tinggi dan belum menunjukkan tanda-tanda penurunan, peluang kembalinya seri CMF Phone dalam waktu dekat dinilai masih sangat kecil.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Komdigi Dorong Hilirisasi Mineral Kritis Demi Kedaulatan Digital