Perkuat Ekonomi Digital RI, Komdigi Jalankan Dua Strategi Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Di tengah kondisi ketidakpastian global, ekonomi digital Indonesia mampu menunjukkan daya tahan yang solid. Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nezar Patria menyatakan nilai ekonomi digital nasional diperkirakan akan tumbuh hingga US$ 366 miliar pada 2030.
Bersamaan dengan itu, dia memandang sektor e-commerce masih menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi digital. Mengingat, nilai pasar dari e-commerce Indonesia diproyeksikan tumbuh di angka US$ 104 miliar pada 2026.
"Tentu saja karena platform e-commerce kita juga cukup aktif, terus juga social commerce kita juga terus bertumbuh dan ini cukup melegakan buat kita semua karena nantinya sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi digital, dia akan bisa menyumbang angka yang cukup signifikan membantu pertumbuhan ekonomi keseluruhan," ungkap Nezar dalam Economic Update 2026 CNBC Indonesia dengan tema "Capaian Kinerja dan Arah Penguatan Program Prioritas Kementerian", Senin (22/6/2026).
Di samping itu, Nezar mengatakan, Komdigi tengah mencanangkan satu strategi jangka panjang bertajuk "Terhubung, Tumbuh, dan Terjaga" guna mendukung pertumbuhan ekonomi digital nasional. Fokus utama implementasi strategi tersebut pada tahun ini adalah memperkuat aspek konektivitas sebagai fondasi menuju ke arah transformasi digital.
Hingga saat ini, lanjut dia, cakupan jaringan BTS 4G telah berhasil menjangkau 97% wilayah yang dihuni di Indonesia. Pada saat yang sama, Komdigi juga memperluas jaringan fiber optik, saat ini sudah mencakup 60% wilayah Nusantara.
Lebih jauh, Komdigi juga terus berupaya memperkuat layanan satelit untuk menjangkau daerah 3T (tertinggal, terdepan, terluar). Langkah ini ditempuh agar masyarakat dan pelaku usaha di berbagai wilayah bisa mendapatkan akses internet secara merata.
"Ini semua untuk mendukung bagaimana konektivitas itu bisa menjangkau daerah yang jauh, ada daerah 3T dan juga mampu mengcover daerah-daerah yang memang membutuhkan konektivitas yang intens, terutama di tempat-tempat di mana kegiatan ekonominya tinggi, kita coba tingkatkan kualitas layar yang ada di sana," terangnya.
Tak hanya itu, jaringan 5G juga terus dikembangkan melalui kolaborasi dengan operator seluler. Sejauh ini, tingkat penetrasi jaringan 5G di Indonesia baru mencapai sekitar 10-11% dari total jaringan yang ada. Maka dari itu, dengan dukungan tiga operator seluler yang sangat dinamis, diharapkan akan ada peningkatan jaringan 5G di Indonesia secara signifikan dalam beberapa waktu mendatang.
Untuk mendukung konektivitas yang semakin terhubung, Komdigi juga menyiapkan lelang untuk spektrum 700MHz dan juga 2,6GHz.
"700MHz ini untuk memperluas cakupan dan lain-lain kita karena spektrumnya cukup luas, lalu juga yang 2,6GHz itu kita lelang dan berangkat memperkuat layanan broadband yang kita punya untuk memberikan kecepatan yang lebih baik untuk para pengguna yang memakai spektrum 2,6GHz ini," jelasnya.
Pada akhirnya, langkah strategis tersebut akan mendorong peningkatan terhadap kualitas jaringan internet maupun data di Indonesia. Dalam konteks ini, Komdigi terus berkolaborasi dengan stakeholder di industri, terutama di industri telekomunikasi untuk meningkatkan kualitas layanan.
Nezar menegaskan, kecepatan internet nasional harus terus ditingkatkan secara merata. Komdigi pun memastikan telah menyusun kebijakan terkait syarat yang harus dipenuhi operator telekomunikasi dalam lelang spektrum. Salah satunya adalah operator telekomunikasi harus mau membangun jaringan internet berkualitas di kawasan 3T dan Indonesia Timur.
"Jadi dikombinasikan kalau menang di Jawa pasti harus membangun di Papua, menang di misalnya daerah yang lain itu harus membangun di Sumatera misalnya gitu. Jadi sudah dibagi demikian sehingga ada kewajibannya dan juga ada tanggung jawab, ini bagian dari share responsibility dalam mempercepat akses dan memperbaiki kualitas layanan untuk seluruh masyarakat Indonesia," pungkasnya.
source on Google [Gambas:Video CNBC]