58 Orang Utan Sumatra Tewas Seketika, Terkubur Lumpur dan Batang Kayu
Jakarta, CNBC Indonesia - Topan Senyar yang melanda Sumatra bagian barat pada November tahun lalu ternyata menewaskan 58 orangutan. Jumlah itu mencapai 7% dari seluruh populasi orangutan di Tapanuli.
Orangutan Tapanuli ini ditemukan terkubur di antara puing-puing, lumpur dan batang kayu. Para pekerja kemanusiaan menemukan bangka orangutan terkubur di antara lumpur dan kayu di desa Pulo Pakkat, Tapanuli Tengah.
"Saya melihat beberapa mayat manusia dalam beberapa hari terakhir, namun ini jadi mayat satwa liat pertama," kata Decky Chandra yang bekerja dengan tim kemanusiaan, dikutip dari BBC, Senin (15/6/2026).
Direktur Pelaksana Borneo Futures, Erik Meijaard telah melihat foto-foto orangutan yang mati. Dia terkejut karena semua daging di bagian wajahnya terkoyak.
Bencana longsor besar-besaran yang terjadi saat itu, dia mengatakan membuat orangutan pun tidak berdaya.
"Jika beberapa hektar hutan longsor besar-besaran, bahkan orangutan yang perkasa tidak berdaya dan hancur berkeping-keping," jelasnya.
"Pasti mengerikan ada di hutan saat itu," dia menambahkan.
Para peneliti menjelaskan Siklon Senyar yang juga menewaskan lebih dari 1.000 orang dapat terjadi lagi di masa depan. Pada akhirnya frekuensi dan intensitas curah hujan ekstream bisa mengancam hidup orangutan Tapanuli, begitu juga habitatnya.
Menurut penelitian, kemungkinan orang utan bisa punah. Hal ini bisa terjadi jika jumlahnya terus berkurang lebih dari 1% dari populasi yang ditemukan 2017 lalu.
Sementara kematian orangutan akibat Siklon Senyar mencapai 10% populasi, yang melebihi kemampuan hewan untuk bertahan.
"Tingkat kematian itu jauh melebihi kemampuan hewan untuk bertahan. Jadi ini adalah peristiwa besar," kata primatolog Universitas Liverpool John Moore yang juga salah satu penulis studi, Sergei Vich.
(fab/fab) Add
source on Google