'Ledakan' Data Center Sudah Makan Banyak Korban, Warga Teriak

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 13:40 WIB
Foto: Gedung data center Meta di Mansfield AS. (Dok. Grant Blankenship / Georgia Public Broadcasting)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pembangunan infrastruktur data center untuk sistem kecerdasan buatan (AI) sudah memakan korban di Amerika Serikat (AS). Warga di beberapa negara bagian sudah merasakan kualitas air yang memburuk dan tagihan listrik membengkak.

Pasalnya, operasional data center AI mengonsumsi air dan listrik dalam jumlah besar. Belum lagi keluhan-keluhan lain terkait lenyapnya ruang hijau demi membangun gedung-gedung data center raksasa di beberapa wilayah.


Dampak besar bagi kehidupan sehari-hari masyarakat AS memicu gelombang penolakan terhadap pembangunan data center. Dalam survei yang digelar Reuters/Ipsos poll, ditemukan hanya 1-dari-3 warga AS yang menyetujui konstruksi data center AI. Lebih banyak yang menyuarakan penolakan dibangunnya data center di wilayah tempat tinggal mereka.

Hasil survei ini merefleksikan ketidaknyamanan warga AS terkait ledakan data center di negara adikuasa. Isu ini menjadi sorotan para pemilih menjelang pemilihan paruh waktu (midterm) pada 3 November 2026 mendatang.

Seperti diketahui, pemerintahan Presiden Donald Trump telah memprioritaskan pengembangan Ai yang masif. Alasannya, Trump tak ingin AS kalah berkompetisi dengan China di sektor AI yang digadang-gadang akan mengubah masa depan dunia.

Trump bahkan meminta lembaga-lembaga federal untuk mempercepat perizinan untuk infrastruktur terkait AI.

Survei Reuters digelar selama 6 hari dengan melibatkan 4.531 warga AS di seluruh negara bagian. Hasilnya, hanya 33% warga AS yang setuju dengan pembangunan data center secara masid dan cepat. Sisanya, 64% menolak mentah-mentah.

Dukungan untuk konstruksi data center yang masif dan cepat kebanyakan datang dari kelompok Republik ketimbang Demokrat.

Sebanyak 57% responden survey, termasuk dua pertiga Demokrat dan setengah Republik, juga mengatakan menolak data center dibangun di wilayah tinggal mereka. Hanya 14% yang mengatakan tak masalah jika data center dibangun di dekat tempat tinggal mereka.

Saat ini ada 710 data center yang beroparasi di wilayah AS. Sementara itu, 1.062 proyek data center baru masih dalam tahap perencanaan, menurut Cleanview, perusahaan riset yang mendeteksi pembangunan data center.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Modal & Jurus Ekspansi RI Jadi Hub Data Center ASEAN Era AI