HP Trump Dibongkar, Ternyata Smartphone Taiwan KW Buatan China

Redaksi, CNBC Indonesia
Jumat, 12/06/2026 11:50 WIB
Foto: Trump Mobile T1. (Dok. Trump Mobile)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kebohongan besar di balik Trump Mobile T1 terungkap. Smartphone yang dipromosikan oleh Presiden Amerika Serikat Donald Trump ini ternyata bukan buatan AS. Berdasarkan penelusuran dan pembedahan komponen yang dilakukan, ponsel ini ternyata hanya HP model lama buatan HTC yang "didandani" ulang.

Kesamaan bentuk fisik Trump Mobile T1 dengan HP buatan HTC sebenarnya sudah disorot sejak perangkat ini mulai didistribusikan. Namun, bukti mutlak baru saja dipublikasikan oleht im dari iFixit, lembaga yang terkenal dengan kegiatan pembedahan perangkat elektronik untuk meneliti komponen dan kemudahan perbaikan.

Bersama tim NBC News, iFixit melakukan penelitian lengkap, mulai dari pemindaian sinar CT hingga pembongkaran total, dan hasilnya sangat jelas yaitu Trump T1 adalah kloningan dari HTC U24 Pro.


Sebelum membuka bodi perangkat, tim iFixit terlebih dahulu memindai struktur dalam Trump T1 dan membandingkannya dengan hasil pindaian HTC U24 Pro. Hasilnya, keduanya memiliki struktur kerangka dan tata letak komponen yang nyaris sama. Begitu dibongkar, kesamaan itu makin nyata. Prosesor yang digunakan adalah Snapdragon 7 Gen 3, persis sama dengan yang ada di perangkat HTC tersebut.

Perbedaan yang ada nyaris tidak memiliki nilai tambah teknologi apa pun dan lebih bersifat kosmetik atau sekadar pergantian pemasok komponen saja. Berikut perincian perbedaannya:

  • Baterai: Trump T1 memiliki kapasitas sedikit lebih besar dibandingkan versi HTC.
  • Penyimpanan & RAM: Trump T1 menggunakan komponen buatan Micron, sedangkan HTC U24 Pro menggunakan buatan SK Hynix.
  • Desain Luar: Pola lubang pengeras suara diubah sedikit, posisi lampu kilat kamera bergeser dikarenakan kabel penghubung yang diperpanjang, dan bodi diberi lapisan cat warna emas khas.

Uji coba yang paling membuktikan kesamaan ini adalah ketika tim iFixit mencoba memindahkan mesin utama milik HTC U24 Pro ke dalam bodi Trump T1. Perangkat itu menyala dan berfungsi dengan sempurna tanpa kendala apa pun. Hal ini menegaskan bahwa keduanya dibangun di atas cetakan, desain, dan rancangan teknik yang sama persis.

Trump Klaim Made in America

Isu yang paling menarik perhatian selain masalah desain adalah soal asal-usul pembuatan. Sejak pertama kali diperkenalkan, Trump Mobile gencar mempromosikan perangkat ini sebagai produk made in USA. Namun, kalimat tersebut diam-diam dihapus dari situs resmi mereka beberapa waktu lalu. Kini, kemasan ponsel hanya bertuliskan "proudly assembled in the USA".

Berdasarkan temuan iFixit, ada kemungkinan besar klaim perakitan di Amerika itu hanya sebagian kecil dari proses produksi. Dugaan terkuatnya adalah seluruh bodi, rangka, hingga layar perangkat ini diproduksi secara massal di luar negeri, umumnya di pabrik-pabrik China yang menjadi pusat produksi perangkat elektronik dunia. Setelah sampai di Amerika, komponen lainnya baru dipasang di sana agar bisa dicantumkan label perakitan lokal.

Hingga berita ini diturunkan, pihak Trump Mobile belum memberikan tanggapan apa pun terkait hasil pembongkaran ini maupun keberatan atas tuduhan bahwa produk mereka hanyalah ponsel hasil penggantian merek dari desain yang sudah ada.

Fakta ini menegaskan apa yang sudah diduga banyak pihak: Trump T1 bukanlah inovasi baru, melainkan contoh klasik fenomena ponsel refurbished atau barang rakitan ulang seakan-akan produk KW dari produk aslinya.

Strategi ini umum dilakukan dengan cara mengambil desain yang sudah matang, memproduksinya secara massal dengan biaya rendah, lalu memberi nama dan merek baru-sering kali dikaitkan dengan nama besar-untuk dijual kembali dengan harga yang jauh lebih mahal dari nilai aslinya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?