Ada Missed Call dari Nomor Ini, Jangan Angkat dan Telepon Balik

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 11/06/2026 18:30 WIB
Foto: Ilustrasi spam panggilan telepon. (Freepik)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pernahkah Anda mendapati panggilan tak terjawab (missed call) dari nomor asing di layar ponsel? Rasa penasaran sering kali membuat sebagian orang secara refleks langsung menelepon balik nomor tersebut.

Namun, Anda wajib waspada. Alih-alih mendapatkan informasi penting, tindakan gegabah ini justru bisa menjebak Anda dalam perangkap kejahatan siber yang berdampak fatal bagi isi kantong.

Modus penipuan ini umumnya memanfaatkan nomor asing, terutama kode panggilan internasional. Strategi psikologis ini mirip dengan skema penipuan legendaris asal Jepang yang dikenal sebagai Wangiri pada era 2000-an, dan sempat marak di tanah air sekitar tahun 2018.


Cara kerja komplotan penipu ini terbilang sederhana namun mematikan. Mereka sengaja melakukan missed call secara acak untuk memicu rasa penasaran calon korban. Saat korban terpancing dan melakukan panggilan balik, di situlah petaka finansial dimulai.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengungkapkan bahwa saat korban menelepon balik, saldo pulsa mereka akan langsung tersedot habis karena tarif panggilan internasional yang sangat mahal.

Risikonya kian membengkak jika nomor asing tersebut ternyata terhubung dengan layanan premium (premium rate number). Biaya tambahan yang mencekik tersebut nantinya akan mengalir langsung sebagai keuntungan bagi para pelaku penipuan.

Bagaimana Cara Menghindarinya?

Guna mengantisipasi kerugian finansial, Komdigi mengimbau masyarakat untuk lebih jeli dan memeriksa kembali rekam jejak nomor yang menghubungi, terutama jika nomor tersebut menggunakan kode luar negeri.

Sebagai indikator mudah, kode nomor seluler resmi untuk wilayah Indonesia adalah +62. Jika panggilan yang masuk menggunakan kode di luar itu, bisa dipastikan panggilan tersebut berasal dari jaringan internasional.

"Bila nomor tersebut berasal dari internasional, lebih baik cek kembali, apakah nomor tersebut terasa familiar atau tidak. Apabila tidak, sebaiknya jangan menelepon balik," tulis keterangan resmi Kementerian Komunikasi dan Digital.

Langkah preventif lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan memanfaatkan mesin pencarian atau menginstal aplikasi pelacak nomor telepon pintar untuk mengidentifikasi identitas pemilik nomor sebelum memutuskan untuk merespons. Jangan sampai rasa penasaran sesaat justru menguras isi rekening Anda.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Teknologi Bantu Bisnis Konstruksi Makin Produktif, RI Siap?