Kaya Raya dari TikTok, Harta Warga China Ini Lompat 7 Kali Lipat

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Kamis, 11/06/2026 07:20 WIB
Foto: CEO ByteDance, Zhang Yiming (REUTERS/Shannon Stapleton)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pendiri Bytedance yang memiliki TikTok, Zhang Yiming menjadi orang terkaya kedua di Asia. Pendapatannya hanya kalah dari Gautam Adani, pemilik grup Adani asal India.

Dalam catatan Bloomberg Billionaires Index, Yiming berada di urutan ke-21, memiliki kekayaan US$92,8 miliar (Rp 1.663 triliun) Pria 43 tahun itu juga menjadi orang terkaya dunia dalam laporan yang sama.

Sementara orang terkaya nomor 1 di Asia, Adani, tercatat memiliki kekayaan US$118 miliar (Rp 2.115 triliun) Yiming mengalahkan Mukesh Ambani yang berada di urutan ke-21 dengan mengantongi kekayaan US$84 miliar (Rp 1.505 triliun).


Mengutip Straits Times, kekayaan Zhang meningkat lebih dari tujuh kali lipat sejak Bloomberg melacak kekayaannya pada Maret 2019. Saat itu nilai kekayaan sebesar US$13 miliar (Rp 233 triliun).

Kekayaannya yang melonjak berkat ByteDance, perusahaan dibalik kesuksesan aplikasi video TikTok dan chatbot AI Doubao dengan pengguna lebih dari 300 juta pengguna bulanan dan paling populer di China.

Akhir tahun lalu, ByteDance diketahui menjual sebagian kepemilikan TikTok di Amerika Serikat (AS). Dalam perusahaan baru, kepemilikan ByteDance 19,9% saham di AS dan sisanya dimiliki investor baru.

Selain itu adapula perusahaan investasi Silver Lake dan perusahaan investasi asal Arab Saudi bernama MGX.

"Kenaikan valuasi mencerminkan fundamental perusahaan yang kuat dan keberhasilan aplikasi-aplikasinya seperti Doubao di China," kata analis Capital Securities, Amy Lin, dikutip Rabu (10/6/2026).

"Perkembangan di AS kemungkinan tidak akan berdampak negatif besar," dia menjelaskan.

Dengan pembelian TikTok juga tak menurunkan citra perusahaan. Bahkan ByteDance disebut menjadi kandidat utama melakukan penawaran umum perdana (IPO) di masa depan.

Selain itu, perusahaan juga masuk dalam perlombaan sengit di industri AI. Kabarnya, Bytedance tengah membahas pengeluarkan hingga US$70 miliar (Rp 1.254 triliun) pada 2026 dalam upaya memimpin pasar AI China dan menantang pemain utama AS.

Investasi itu sebagian besarnya akan didanai dari keuntungan pada 2025 sebesar US$50 miliar (Rp 896,3 triliun).


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Kekuatan Infrastruktur Data Dorong Ekonomi Digital Era AI