Chatib Basri Buka-Bukaan Risiko AI, Mahasiswa Harus Belajar Ini
Jakarta, CNBC Indonesia - Ekonom Senior Chatib Basri ikut bicara soal perkembangan AI yang signifikan. Salah satunya kekhawatiran jika teknologi tersebut tidak bisa digunakan semua orang.
"AI itu tidak bisa digunakan oleh semua orang sebetulnya. Kekhawatiran saya adalah l-shaped recovery. Karena yang paling penting di dalam AI itu bukan cari jawaban, tapi bertanya," kata Chatib dalam Grab Business Forum, Selasa (9/6/2026).
Sebagai informasi, k-shaped recovery merujuk pada pemulihan ekonomi yang tidak merata. Kelompok demografi, industri, atau wilayah tertentu mengalami tingkat pemulihan berbeda setelah resesi. Misalnya, ada satu sektor yang tumbuh dan berkembang pesat, tetapi sektor lainnya justru terus menurun atau berjuang untuk bangkit.
Chatib mengatakan tidak ada gunanya lagi bertanya dengan mahasiswa di kelas. Karena model-model AI seperti ChatGPT sudah mampu memberikan jawaban.
Di tengah gempuran AI sekarang, yang terpenting adalah mengajarkan soal bertanya. "Jadi pelajarannya adalah pelajaran bertanya," ucapnya.
Namun, Chatib menegaskan tidak semua orang memiliki kemampuan bertanya. Dia juga mengingatkan risiko besar saat seseorang tidak mengerti konteks saat menggunakan model AI.
Dalam kesempatan itu, Chatib mencontohkan satu program di Harvard yang menunjukkan pemahaman seseorang mengenai sebuah topik dengan menggunakan AI. Dari sana, menurutnya akan menghasilkan perbedaan yang besar bagi orang yang menguasai persoalan dan tidak.
"Jadi kekhawatiran saya adalah mereka yang pintar menguasai persoalan akan menghasilkan karya yang luar biasa, sebaliknya mereka yang tidak mengerti persoalan akan menghasilkan karya yang kacau. Maka yang terjadi adalah K-shaped recovery," jelas Chatib.
(fab/fab) Add
source on Google