15 Aplikasi Jalan Masuk Maling M-Banking, 2 Juta Warga RI Download

Redaksi, CNBC Indonesia
Senin, 08/06/2026 18:20 WIB
Foto: Infografis/ Marak Penipu WA Kuras Rekening, Kominfo Bongkar Modusnya/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Seiring perkembangan teknologi yang kian canggih, masyarakat harus selalu waspada ketika beraktivitas di dunia digital. Jangan sampai langkah sederhana membuat Anda tiba-tiba terjerat modus penipuan yang bisa menyebabkan kerugian besar berupa pencurian identitas hingga pencurian uang.

Modus yang paling sering digunakan penipu untuk menjerat korban adalah 'phishing' melalui email atau pesan singkat. Psikologis korban dipermainkan untuk mengklik link berbahaya yang ternyata disisipi malware untuk mencuri data sensitif, termasuk informasi keuangan.


Selain menggunakan modus 'phishing', ada juga modus penipuan yang menyisipkan software berbahaya di aplikasi HP. Hal ini perlu diwaspadai, agar Anda tidak sembarangan menginstal aplikasi di HP.

Beberapa saat lalu, laporan dari firma keamanan siber McAfee menunjukkan ada 15 aplikasi terindikasi berbahaya karena bisa mencuri data pribadi hingga membobol rekening korban.

Laporan dari MacAfee menyebutkan aplikasi tersebut sudah di-download sebanyak 8 juta kali. Salah satunya banyak berasal dari aplikasi pinjaman online (pinjol) palsu yang disebut sebagai Spy Loan.

2 Juta Warga RI Jadi Korban

Dari 15 aplikasi dilaporkan tiga aplikasi tersedia di Indonesia. Masing0masing adalah RupiahKilat-Dana cair, KreditKu-Uang Online, dan Dana Kilat-Pinjaman Kecil.

Tiga aplikasi yang tersebar di Indonesia itu telah dipasang sebanyak 2 juta pengguna. Namun, saat ini aplikasi itu sudah tidak tersedia di toko aplikasi Google Play Store. Jika Anda telanjur menginstalnya, sebaiknya segera hapus sebelum terjadi hal-hal tidak diinginkan.

Menurut McAfee, seluruh aplikasi berbahaya itu menggunakan nama, logo dan desain seperti aplikasi keuangan resmi. Bahayanya, para penipu juga mempromosikan iklan palsu di media sosial.

Modusnya adalah aplikasi pinjol palsu akan mempromosikan bunga rendah dan syarat mudah untuk menarik calon korbannya. Saat mereka mengunduh aplikasi akan diminta mengisi data personal dan keuangan.

Dengan data pribadi itu akan menjadi alat penjahat siber meneror korban. Mereka meminta bayaran uang pinjaman dengan bunga super tinggi yang pada akhirnya membuat korban tidak bisa membayar. Penipuan ini menyasar korban dari tiga wilayah, yakni Amerika Selatan, Asia Selatan dan Afrika.

Berikut daftar 15 aplikasi berbahaya yang ditemukan, dikutip dari Toms Guide:

- Préstamo Seguro-Rápido, Seguro (1 juta download)

- Préstamo Rápido-Credit Easy (1 juta download)

- Get Baht Easily - Quick Loan (1 juta download)

- RupiahKilat-Dana cair (1 juta download)

- Borrow Happil - Loan (1 juta download)

- Happy Money (1 juta download)

- KreditKu - Uang Online (500.000 download)

- Dana Kilat - Pinjaman Kecil (500.000 download)

- Cash Loan-Vay tiền (500.000 download)

- RapidFinance (100.000 download)

- PrêtPourVous (100.000 download)

- Huayna Money - Préstamo Rápido (100.000 download)

- IPréstamos: Rápido Crédito (100.000 download)

- ConseguirSol-Dinero Rápido (100.000 download)

- ÉcoPrêt Prêt En Ligne (100.000 download)

Selalu berhati-hati saat hendak menginstal aplikasi di HP Anda. Semoga informasi ini bermanfaat dan kita semua bebas dari modus penipuan!


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Cara BSSN Perkuat Keamanan Siber-Cegah Gangguan Layanan Publik