Pendirinya Orang RI, Perusahaan Ini Dipuji Manusia Rp 3.400 Triliun
Jakarta, CNBC Indonesia - Marvell Technology, perusahaan yang didirikan oleh orang Indonesia sedang menjadi sorotan. Pasalnya, CEO Nvidia Jensen Huang menyebut desainer chip itu bakal menjadi perusahaan US$ 1 triliun (Rp 18.200 triliun) berikutnya.
Huang tampil bersama CEO Marvell Matthew Murphy dalam Computex Week di Taiwan pada pekan lalu. Ia menyebut Marvell sangat penting untuk data center, karena kemampuan chip buatannya menghubungkan ribuan chip dan membagi beban komputasi.
Kapitalisasi pasar Marvell saat ini sekitar US$ 230 miliar (Rp 4.184 triliun). Jika ramalan Huang benar, harga saham Marvell masih bisa lompat lebih dari empat kali lipat. Pada 22 Juni nanti, saham perusahaan tersebut akan bergabung ke dalam indeks S&P 500.
"Jika Anda melihat masalah komputasi, dan dibagikan ke beberapa bagian, kemudian didistribusikan ke penjuru data center, hal yang paling penting adalah konektivitas. Ini adalah alasan Matt sukses. Alasan Marvell sangat penting," katanya.
Marvell didirikan pada 1995 sebagai produsen komponen drive disket oleh dua bersaudara asal Indonesia yaitu Sehat Sutardja yang meninggal dunia pada 2024 dan Pantas Sutardja bersama istri Sehat, WiliDai. Mereka memilih nama tersebut karena ingin membangun perusahaan yang menciptakan perangkat-perangkat 'marvelous'.
Chip yang dirancang Marvell digunakan untuk infrastruktur data global, termasuk data center untuk cloud, AI, jaringan 5G, hingga jaringan internal perusahaan.
Nvidia beberapa waktu lalu mengumumkan komitmen untuk menanamkan modal US$ 2 miliar (Rp 36 triliun) di Marvell. Di bawah kepemimpinan Huang, yang saat ini hartanya diperkirakan melampaui Rp 3.500 triliun, Nvidia memang rajin berinvestasi di perusahaan-perusahaan terkait AI.
Pasalnya, perkembangan AI akan berdampak terhadap permintaan atas produk chip buatan Nvidia. Selain GPU, Nvidia kini juga memproduksi CPU yang didesain khusus untuk pelatihan dan pemrosesan AI.
(dem/dem) Add
source on Google