Paket Hemat Grab-Gojek Dihapus Atau TIdak? Ini Kondisi Sebenarnya
Jakarta, CNBC Indonesia - Menyusul aturan pembagian hasil ojol-aplikator 92% dan 8% dari pemerintah, kedua raksasa ride hailing Gojek dan Grab Indonesia mengeluarkan kebijakan baru. Yakni menghapus skema langganan paket hemat pada driver.
GoTo mengumumkan menghentikan skema langganan bagi mitra pengemudi untuk layanan GoRide Hemat. Skema ke depannya akan mengikuti sistem bagi hasil seperti GoRide reguler dengan besaran 8%.
Sebagai informasi, sebelumnya layanan tersebut memiliki skema berlangganan. Pengemudi akan membayarkan biaya tertentu untuk layanan tersebut.
Dengan perubahan ini, skema lama tak berlaku lagi dan akan diubah menjadi skema komisi seperti yang diterapkan pada GoRide reguler.
Direktur Utama/ CEO GoTo Hans Patuwo menjelaskan program langganan dihapuskan setelah dilakukan evaluasi usai perluasan fitur sejak Februari 2026 lalu. Dari hasil kajian, perusahaan menilai skema langganan perlu memiliki kesimbangan lebih baik pada kesejahteraan mitra pengemudi. Oleh karena itu diputuskan program langganan dihentikan dalam waktu dekat.
Dia juga mengatakan perubahan skema akan berdampak pada tarif konsumen. Khususnya pada layanan GoRide Hemat. GoTo memastikan kenaikan dilakukan terbatas dan mempertimbangkan daya beli masyarakat.
"Dampak dari ini, khususnya hanya untuk layanan GoRide Hemat, akan ada penyesuaian harga konsumen secara sangat terbatas. Kami memastikan bahwa penyesuaian ini dilakukan secara terukur dan tetap mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat," tegasnya.
Serupa, Grab Indonesia juga mengumumkan penutupan Program Langganan Akses Hemat bagi mitra driver roda dua (GrabBike). Alasannya karena dinilai diperlukan penyesuaian lebih baik lagi.
Layanan GrabBike Hemat untuk konsumen tetap tersedia. Namun dipastikan akan ada penyesuaian biaya yang mengutamakan keterjangkauan bagi masyarakat.
"Untuk pengguna layanan GrabBike Standard, sampai saat ini, Grab Indonesia memastikan tidak ada kenaikan harga," kata Neneng.
Namun hingga kini belum ada penjelasan lebih lanjut soal kebijakan ini. Termasuk kapan dan bagaimana penerapannya nanti.
Respons Driver Soal Layanan Hemat
CNBC Indonesia mencoba bertanya dengan sejumlah driver soal kebijakan ini. Mereka mengaku sudah mendengar rencana soal penghapusan layanan hemat, namun banyak yang merasa bingung karena layanannya masih tersedia.
Menurut para driver, belum ada pemberitahuan apapun soal penerapan kebijakan baru hingga sekarang. "Katanya paket hemat mau dihapus, belum dihapus juga," ujar seorang driver yang kami temui.
Seorang driver menjelaskan layanan hemat ini memang membuatnya mendapatkan lebih banyak orderan dalam sehari. Namun di sisi lain, pemasukannya menjadi berkurang.
Seorang pengemudi lainnya mengatakan layanan paket hemat skema langganan membuat dirinya mendapatkan lebih banyak orderan. Namun beban biaya tambahan itu yang cukup berat.
"Kalau aplikasi orderannya emang banyak, cuman ibaratnya kita bayar per hari Rp 20 ribu potongan setiap 10 orderan," ucapnya.
Di sisi lain, ada driver sudah paham dan bisa menjelaskan skema layanan hemat yang digunakan saat ini. Mereka menyebutkan kini mereka mendapatkan potongan untuk sejumlah trip paket hemat yang mereka lakukan.
Jumlahnya pun berbeda bergantung dari trip yang mereka lakukan. Misalnya, untuk satu hingga dua trip akan mendapatkan potongan Rp 3 ribu, sementara 10-20 kali trip ada juga yang dipotong Rp 20 ribu.
Sejumlah driver menjelaskan potongan itu tidak menjadi masalah jika mereka sudah melakukan hingga 20-30 trip dalam sehari. Karena pemasukan yang didapatkan masih terbilang banyak.
Namun ini akan merugikan mereka yang bekerja dalam waktu singkat, misalnya hanya beberapa jam selama sore hari.
"Yang keluar sore nih jam 5 nanggung, enggak mau ngidupin hematnya. Pakai [layanan] standar aja. Karena kena potongan, dapat 5 trip dipotong Rp 13.500, belum bensin dan makan," jelas driver lainnya.
Para driver itu mengatakan mendukung layanan tersebut dihapuskan. Termasuk bagi hasil terbaru yang diumumkan pemerintah bulan lalu.
(dem/dem) Add
source on Google