Bumi Terima Sinyal dari Bintang Lain, Ahli Ungkap Sumbernya

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Kamis, 04/06/2026 07:35 WIB
Foto: Data inframerah dari Spitzer Space Telescope dan Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE) di daerah yang dikenal sebagai daerah pembentuk bintang W3 dan W5 di dalam Galaksi Bima Sakti. (NASA/JPL-Caltech/University of Wisconsin via AP)

Jakarta, CNBC Indonesia - Para astronom mengungkap asal-usul salah satu sinyal radio paling misterius di alam semesta. Sumber sinyal tersebut diketahui berasal dari dua bintang yang saling mengorbit dan berinteraksi satu sama lain.

Temuan tersebut dipublikasikan dalam jurnal Nature Astronomy. Para peneliti mengidentifikasi sumber sinyal radio berulang bernama ASKAP J1745 sebagai sistem bintang ganda yang terdiri dari katai putih (white dwarf) dan bintang pendamping yang mengorbit sangat dekat.

Dalam beberapa tahun terakhir, astronom dibuat penasaran oleh fenomena yang dikenal sebagai "long-period transients", yakni semburan sinyal radio yang muncul berulang tetapi dalam interval waktu yang relatif lama, mulai dari hitungan menit hingga jam.


Berbeda dengan pulsar yang biasanya berdenyut setiap beberapa detik, sumber-sumber ini memancarkan sinyal dengan periode yang jauh lebih lambat.

Hingga saat ini, hanya sekitar 12 sumber long-period transients yang berhasil ditemukan. Namun sebagian besar masih menjadi misteri karena asal-usulnya belum dapat dipastikan.

ASKAP J1745 menjadi penemuan penting karena merupakan salah satu dari sedikit sumber yang berhasil diidentifikasi secara pasti. Para astronom mendeteksinya menggunakan sejumlah teleskop yang mengamati berbagai jenis cahaya, mulai dari gelombang radio, sinar-X, hingga cahaya tampak.

"ASKAP J1745 menarik karena kami berhasil mengetahui apa sebenarnya objek ini, berbeda dengan 10 dari 12 long-period transients yang telah diketahui sejauh ini," tulis tim peneliti dalam studi tersebut, dikutip dari The Conversation, Rabu (3/6/2026).

Long-period transients merupakan objek luar angkasa yang menghasilkan semburan cahaya terang berulang pada panjang gelombang radio. Sebagian besar ditemukan di wilayah pusat Galaksi Bima Sakti yang dipenuhi debu kosmik, sehingga sulit diamati menggunakan teleskop cahaya tampak.

Masing-masing sumber memiliki karakteristik berbeda. Ada yang memancarkan sinyal secara teratur selama lebih dari 30 tahun, sementara lainnya dapat menghilang selama berhari-hari atau bahkan berhenti memancarkan sinyal radio secara permanen.

Pada awalnya, astronom menduga sumber-sumber tersebut merupakan bintang neutron yang berputar sangat lambat atau pulsar. Namun teori itu menghadapi sejumlah masalah.

Pulsar merupakan inti padat yang tersisa setelah ledakan supernova bintang masif. Umumnya objek ini berputar sangat cepat dan menghasilkan denyut radio setiap beberapa detik. Sementara long-period transients dapat berulang setiap puluhan menit hingga beberapa jam.

Selain itu, secara teori pulsar yang melambat hingga kecepatan tersebut seharusnya sudah berhenti memancarkan gelombang radio. Karena itu, para ilmuwan mulai mencari penjelasan lain, termasuk kemungkinan keterlibatan katai putih.

Dalam penelitian terbaru, ASKAP J1745 ditemukan sebagai jenis sistem yang dikenal sebagai "cataclysmic variable". Sistem ini terdiri dari dua bintang yang mengorbit sangat dekat sehingga salah satu bintang, yakni katai putih, menarik material dari bintang pasangannya akibat gaya gravitasi yang kuat.

Material yang tertarik menuju katai putih tersebut menghasilkan pancaran sinar-X ketika memanas. Yang mengejutkan, tim peneliti menemukan bahwa setiap kali kedua bintang menyelesaikan satu putaran orbit, ASKAP J1745 memancarkan semburan radio dan sinar-X secara bersamaan.

Menurut mereka, cahaya radio yang terdeteksi kemungkinan dihasilkan oleh partikel-partikel bermuatan energi tinggi yang berinteraksi dengan medan magnet sangat kuat di sekitar sistem tersebut.

Kondisi ASKAP J1745 dinilai ideal untuk menghasilkan fenomena tersebut karena melibatkan dua bintang dengan medan magnet yang sangat kuat, bahkan bisa ribuan kali lebih kuat dibandingkan medan magnet pada mesin MRI yang digunakan di dunia medis.

Penemuan ini dianggap sebagai terobosan penting dalam astronomi modern. Para ilmuwan menyamakan peran ASKAP J1745 dengan Batu Rosetta, artefak yang membantu para ahli menguraikan tulisan hieroglif Mesir kuno.

Dengan memahami ASKAP J1745, astronom berharap dapat mengungkap misteri sumber-sumber long-period transients lainnya yang hingga kini belum diketahui asal-usulnya.

Selain itu, studi terhadap fenomena tersebut membuka peluang baru untuk mempelajari fisika ekstrem di alam semesta, termasuk aliran plasma dan medan magnet kuat yang tidak mungkin mungkin diciptakan kembali di Bumi.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Spam & Scam Mengancam Era AI, Gimana Jurus Bangun Trust Digital?