Fabiola Elizabeth Bikin Heboh, Kenali Ciri Jebakan Love Scam

Redaksi, CNBC Indonesia
Rabu, 03/06/2026 16:05 WIB
Foto: Fabiola Elizabeth Agnes. (Dok. Detikcom/Whisnu Pradana)

Jakarta, CNBC Indonesia - Kepolisian telah membongkar jaringan sindikat penipuan daring yang beroperasi dengan modus love scam atau jeratan cinta. Salah satu anggota yang diamankan dalam kasus ini adalah seorang mantan artis perempuan yang diketahui bernama Fabiola Elizabeth.

Aksi love scam adalah salah satu tindak penipuan online yang makin ramai di Indonesia. Setidaknya terdapat 3.494 kasus love scama yang dilaporkan ke Indonesia Anti Scam Centre dikutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sepanjang tahun lalu. Dari kasus tersebut disebutkan kerugiannya mencapai Rp 49,19 miliar.

Adapun, peran Fabiola Elizabeth dalam kasus penipuan adalah merayu calon korban melalui panggilan video. Tujuannya adalah menanamkan kepercayaan, sebelum kemudian membujuk mereka untuk berinvestasi pada platform perdagangan aset kripto yang sebenarnya palsu dan sengaja dibuat oleh kelompok tersebut.


Kombes Himawan Susanto Saragih, Direktur Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah, menjelaskan bahwa para pelaku menyusun strategi dengan memanfaatkan foto dan rekaman video wanita berparas cantik untuk menarik perhatian sasaran. Setelah korban tertarik, interaksi dilanjutkan melalui panggilan video langsung untuk membangun kedekatan emosional dan kepercayaan secara lebih mendalam.

"Modus operandi ini disusun secara sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan pribadi yang erat, sehingga tanpa sadar mereka bersedia mentransfer dana secara bertahap dengan jumlah yang sangat besar," ungkap Himawan sebagaimana dikutip dari detikcom.

Himawan menambahkan, setelah kepercayaan korban sepenuhnya didapatkan, mereka akan diarahkan untuk melakukan penyetoran dana investasi ke sebuah situs perdagangan aset kripto. Sistem di situs tersebut telah dimanipulasi sedemikian rupa, sehingga seluruh uang yang disetorkan langsung dikuasai sepenuhnya oleh jaringan penjahat.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal yang dilakukan, jaringan kejahatan ini telah berhasil meraup keuntungan sebesar USD 2.327.625,85. Jika dikonversikan ke dalam nilai tukar rupiah, jumlah tersebut setara dengan sekitar Rp 41,1 miliar.

Kepala Eksekutif Pengawasan Perilaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, dan Perlindungan Konsumen OJK, Friderica Widyasari Dewi sebelumnya menyatakan sindikat love scam biasanya beroperasi secara internasional melalui jaringan internet dan aplikasi.

Modus tersebut merugikan secara material dan psikologis. Sebab love scam akan melibatkan emosi yang mendalam.

"Sehingga kalau kita melihat kejahatan seperti ini adalah risiko lintas batas yang sangat tinggi. Kemudian para korban ini kemudian dimanipulasi secara emosinya, merasa memiliki hubungan atau memiliki relationship dan mungkin kemudian dipersuasi dan sebagainya sehingga para korban ini secara sukarela mentransfer sejumlah uangnya karena merasa memiliki hubungan yang khusus spesial dengan lawan jenis atau siapapun," jelasnya beberapa waktu lalu.

Mengenal Ciri Love Scam

Penipuan berkedok asmara atau yang dikenal luas sebagai love scam, kini menjadi salah satu kejahatan siber yang paling marak terjadi. Kejahatan ini umumnya bermula dari aplikasi atau situs kencan daring. Pelaku menjalin hubungan emosional dengan korbannya secara eksklusif lewat dunia maya, tanpa pernah bertatap muka secara langsung.

Setelah hubungan terjalin, pelaku perlahan akan memindahkan komunikasi ke saluran pribadi lain mulai dari email, panggilan telepon, hingga aplikasi pesan instan untuk menghindari pemantauan keamanan dari platform awal tempat mereka bertemu.

Berdasarkan informasi yang dipublikasikan oleh Komisi Perdagangan Federal Amerika Serikat (FTC), inti dari modus ini adalah pembangunan kepercayaan. Para penipu akan dengan mudah melontarkan kata-kata manis, mengaku jatuh cinta, dan meyakinkan korban bahwa mereka berada dalam hubungan yang serius dan penuh kasih sayang.

Tujuannya bukanlah hubungan asmara yang nyata, melainkan keuntungan materi. Begitu korban sudah terbuai dan percaya sepenuhnya, pelaku akan mulai mengarang berbagai alasan mendesak untuk meminta sejumlah uang.

Contoh yang paling sering digunakan adalah kebutuhan dana untuk membeli tiket pesawat guna menemui korban, biaya pengobatan sakit mendadak, hingga biaya pengurusan dokumen atau visa perjalanan.

Berikut adalah ciri-ciri utama yang biasanya ditunjukkan oleh pelaku love scam menurut catatan FTC, yang patut Anda waspadai:

  • Selalu menghindari pertemuan langsung: Pelaku kerap beralasan tinggal jauh, berada di luar negeri, atau sedang bertugas di lokasi terpencil sehingga tidak bisa bertemu. Jika diundang bertemu, pasti akan ada saja halangan yang membuat pertemuan itu tidak pernah terjadi.
  • Meminta uang dengan berbagai dalih: Setelah kepercayaan didapat, permintaan dana akan bermunculan dengan beragam alasan, mulai dari biaya medis, transportasi, administrasi, hingga ajakan berinvestasi palsu seperti pada aset kripto atau perdagangan valas.
  • Kisah yang tidak konsisten: Jika memperhatikan baik-baik, cerita yang mereka sampaikan sering kali berubah-ubah, tidak nyambung, atau memiliki banyak kejanggalan jika ditanya ulang di waktu berbeda.
  • Hubungan berkembang terlalu cepat: Pelaku biasanya terburu-buru menyatakan perasaan cinta yang mendalam atau mengajak Anda pindah berkomunikasi ke aplikasi yang lebih pribadi (seperti WhatsApp atau Telegram) hanya dalam waktu singkat, untuk memutus akses dari pihak lain.

Langkah terhindar dari Love Scam

Di tengah maraknya kasus serupa, termasuk sindikat penipuan investasi berkedok cinta yang baru saja dibongkar kepolisian, penting untuk tetap waspada tanpa harus berhenti bersosialisasi secara daring. Berikut langkah-langkah aman agar terhindar dari jebakan ini:

  • Jangan pernah mengirimkan uang: Aturan paling dasar dan utama adalah jangan pernah mentransfer dana, mengirimkan barang berharga, atau memberikan data keuangan kepada seseorang yang belum pernah temui secara langsung di dunia nyata.
  • Segera putuskan kontak jika ragu: Begitu merasakan tanda-tanda yang mencurigakan atau merasa dipaksa untuk mengeluarkan uang, hentikan seluruh bentuk komunikasi dengan orang tersebut secepatnya.
  • Ceritakan pada orang terdekat: Jangan simpan hubungan ini sendirian. Sampaikan kepada keluarga atau teman dekat mengenai kenalan baru Anda. Pandangan objektif dari orang lain sering kali bisa melihat bahaya atau kejanggalan yang mungkin luput dari perhatian.
  • Lakukan penelusuran informasi: Cari nama atau kisah yang mereka sampaikan lewat mesin pencari internet. Tambahkan kata kunci seperti "penipu" atau "kasus" untuk melihat apakah ada orang lain yang pernah mengalami hal serupa dengan orang tersebut.
  • Cek keaslian foto: Gunakan fitur pencarian berbasis gambar (reverse image search) untuk memastikan apakah foto profil yang mereka gunakan benar-benar milik mereka. Sering kali, foto tersebut diambil sembarangan dari internet atau milik orang lain yang tidak ada hubungannya dengan pelaku.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Spam & Scam Mengancam Era AI, Gimana Jurus Bangun Trust Digital?