Peneliti Temukan Kawin Campur Manusia-Spesies Lain, Ini Dampaknya
Jakarta, CNBC Indonesia - Nenek moyang manusia ditemukan kawin silang dengan spesies Neanderthal di masa lampau. Ternyata sisa-sisanya berdampak pada kesehatan mental manusia masa sekarang.
Sebuah penelitian menemukan sisa-sisa perkawinan masih terlihat pada manusia masa sekarang. Beberapa manusia ditemukan mewarisi otak Neanderthal, sebanyak 2% genom populasi non-Afrika.
Sebagai informasi, otak Neanderthal tidak sepenuhnya sama dengan otak manusia saat ini. Ciri khasnya juga ditemukan berbeda dengan otak homo sapiens yang berbentuk bulat.
Studi yang dikutip dari IFL Science melakukan analisis berdasarkan pemindaian otak sekitar 40 ribu orang di Inggris. Para peneliti menghubungkan ratusan sifat neurologis berbeda pada varian genetik milik Neanderthal.
Dari analisa yang dilakukan, peneliti menemukan 28 posisi terpisah genom. Nampaknya DNA Neanderthal mengubah perkembangan neurologis manusia.
Salah satu paling signifikan adalah gen kromosom 14 yang disebut DAAM1. Varian Neanderthal membentuk 39 ciri morfologi berbeda pada korteks oksipital dan parietal.
Dari hasil temuan mengindikasikan adanya sebagian materi genetik yang didapatkan dari hasil kawin silang antar-spesies bermanfaat bagi kesehatan mental. Yakni manusia terlindungi dari dampak schizophrenia.
Varian yang sama juga ternyata ditemukan pada gen kromosom 4 atau PRDM5. Ini berdampak pada manusia yang berisiko mengalami depresi berat, kecanduan dan gangguan kepribadi.
Selain itu adalah temuan LC13A3. Gangguan pada struktur materi putih menyebabkan kondisi leukoensefalopati atau memicu krisis neurologis episodik.
(dce) Add
source on Google