Uang Rp 38 Triliun Selamat, Nyaris Ludes Seketika Dirampok Maling

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
21 May 2026 15:00
Peta Baru Sumber Kejahatan Siber Dunia, Ini Daftar Negaranya
Foto: Infografis/ Peta Baru Sumber Kejahatan Siber Dunia, Ini Daftar Negaranya/ Ilham Restu

Jakarta, CNBC Indonesia - Lebih dari US$2,2 miliar (Rp 38 triliun) nyaris dicuri oleh pelaku kejahatan digital. Data ini diungkap Apple selama tahun 2025 lalu.

Apple mengatakan berhasil mencegah uang tersebut yang disebut berpotensi untuk curang, dikutip dari 9to5Mac, Kamis (21/5/2026).

Dari data yang sama, Apple mengatakan mencegah pelaku kejahatan mendistribusikan perangkat lunak berbahaya. Perusahaan menolak lebih dari 2 juta pengajuan aplikasi bermasalah.

Sistem Apple juga berhasil menolak 1,1 miliar pembuatan akun pelanggan palsu. Sementara itu 40,4 juta akun pelanggan dinonaktifkan karena penipuan dan penyalahgunaan.

Sebanyak 193 ribu akun pengembang telah ditutup Apple, dengan alasannya adanya kekhawatiran penipuan. Begitu juga lebih dari 138 ribu pendaftaran pengembang ditolak.

Selain itu 28 ribu aplikasi ilegal telah diblokir dari toko aplikasi bajakan, berisi malware, aplikasi pornografi, aplikasi judi, dan App Store palsu. App Review mengevaluasi 9,1 juta pengajuan aplikasi.

Data lainnya adalah Apple telah menghapus hampir 59 ribu aplikasi yang terlibat dalam penipuan keuangan.

Lebih dari 22 ribu pengajuan ditolak dengan alasan mengandung fitur tersembunyi atau tidak terdokumentasi. Sementara lebih dri 371 ribu pengajuan meniru aplikasi, spam atau menyesatkan; serta lebih dari 443 ribu pengajuan disebut melakukan pelanggaran aplikasi.

Apple juga telah memblokir hampir 195 juta peringkat dan ulasan palsu.

Perusahaan menjelaskan pihaknya terus melakukan upaya pencegahan, hal ini seiring dengan kejahatan yang terus berkembang.

"Seiring dengan meluasnya lanskap digital, pelaku kejahatan terus mengembangkan metode mereka, sering menggunakan taktik penipuan yang menargetkan konsumen dan bisnis yang sah. Untuk mengatasi tantangan ini, Apple terus meningkatkan pertahanan berlapisnya, memanfaatkan kombinasi tinjauan ahli manusia dan teknologi pembelajaran mesin canggih mendeteksi dan menghentikan aktivitas berbahaya," Apple menjelaskan.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Scam Makin Parah di RI, Menkomdigi Bertemu Kapolri Bikin Call Center


Most Popular
Features