PHK Pagi Buta, Karyawan Stres Diminta WFH Tunggu Nasib

Redaksi, CNBC Indonesia
Selasa, 19/05/2026 15:40 WIB
Foto: Infografis/ 15 Pekerjaan Rawan PHK Massal di 2025/ Edward Ricardo

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa media sosial Meta Platforms (Facebook, Instagram, Threads, WhatsApp) kembali mengumumkan PHK massal yang akan berdampak pada 10% tenaga kerjanya. Tak seperti pengumuman PHK massal pada 2022 silam, kali ini tidak ada permintaan maaf dari CEO Mark Zuckerberg.

Bahkan, menurut laporan, karyawan di Amerika Utara diminta untuk bekerja dari rumah (WFH) pada Rabu (20/5) besok, untuk menunggu pengumuman nasib mereka.


PHK massal di seluruh divisi perusahaan akan berlangsung dalam tiga gelombang. Para pekerja yang terdampak akan mengetahui nasib mereka melalui email pada pukul 04:00 pagi waktu setempat di wilayah mereka, menurut dokumen internal yang dilihat Reuters, dikutip dari NY Post, Selasa (19/5/2026).

Kepala HR Meta, Janelle Gale, mengatakan dalam dokumen tersebut bahwa para eksekutif "akan mengumumkan perubahan organisasi" bersamaan dengan PHK. Sekitar 7.000 karyawan diperkirakan akan beralih ke peran baru di perusahaan induk Facebook dan Instagram tersebut.

"Saat para pemimpin perusahaan melakukan perubahan organisasi, banyak yang memasukkan prinsip-prinsip desain asli AI ke dalam struktur organisasi baru," kata Gale seperti dikutip oleh Reuters.

"Banyak organisasi dapat beroperasi dengan struktur yang lebih datar dengan tim-tim kecil yang terdiri dari pod/kohort yang dapat bergerak lebih cepat dan dengan kepemilikan yang lebih besar," ia menambahkan, dikutip dari NY Post.

Meta memangkas peran manajerial sebagai bagian dari reorganisasi karena makin bergantung pada AI untuk menyelesaikan pekerjaan.

Menjelang PHK, seorang karyawan mengatakan kepada San Francisco Standard bahwa kantornya berada dalam 'kekacauan' karena karyawan khawatir mereka akan dipecat.

"Saya tidak puas dengan kepemimpinan dan marah," kata karyawan yang tidak disebutkan namanya itu kepada publikasi tersebut. "Ini adalah pekerjaan yang paling membuat saya cemas dan stres," ia menambahkan.

Pada awal tahun ini, Meta memiliki hampir 79.000 karyawan. PHK yang berdampak pada 10% tenaga kerja artinya akan memangkas hampir 8.000 karyawan.

Sebelumnya, perusahaan mengatakan para pekerja yang diberhentikan akan menerima paket pesangon termasuk setidaknya 16 minggu gaji pokok, ditambah 2 minggu lagi untuk setiap tahun tambahan masa kerja di perusahaan. Mereka juga akan mendapatkan tunjangan perawatan kesehatan dan dukungan karier.

Dalam memo bulan lalu, Gale mengatakan PHK merupakan bagian dari upaya untuk "menjalankan perusahaan secara lebih efisien" karena perusahaan mengeluarkan banyak biaya untuk pengembangan AI.

Meta mengatakan pengeluaran modalnya akan mencapai US$145 miliar pada tahun ini saja, sebagian didorong oleh pembangunan data center AI baru dan harga memori yang lebih tinggi.

Meta tak segera merespons permintaan komentar dari awak media.

Perusahaan diperkirakan akan melakukan lebih banyak PHK pada semester kedua tahun ini, meskipun waktu dan cakupan pasti dari pemutusan tersebut belum diputuskan.

Zuckerberg berupaya untuk "meratakan" jajaran manajemen Meta dalam beberapa tahun terakhir. Ia memangkas lebih dari 20.000 pekerjaan pada tahun 2022 dan 2023 sebagai bagian dari gerakan "tahun efisiensi" di perusahaan tersebut.

Pemangkasan ini terjadi di tengah gelombang PHK industri teknologi yang makin kencang sejak popularitas AI kian masif. Banyak pihak menyalahkan AI atas pengurangan karyawan.

Dalam 3 bulan pertama 2026, tercatat PHK di sektor teknologi berdampak pada 52.050 orang. Angka itu mencatat peningkatan 40% dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut firma pelatihan eksekutif Challenger, Gray & Christmas.

Pada Maret 2026, AI memimpin daftar penyebab yang disebutkan oleh perusahaan untuk PHK di sektor teknologi, menyumbang 15.341 dari total PHK, atau 25%. Sebulan sebelumnya, angka tersebut adalah 10%.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Modal & Jurus Ekspansi RI Jadi Hub Data Center ASEAN Era AI