Selfie Pose Dua Jari Rp 1,5 Milar Lenyap, Modus Baru Kuras Rekening
Jakarta, CNBC Indonesia - Bagi Anda yang kerap berpose mengangkat kedua jari atau peace saat selfie patut berhati-hati. Sejumlah ahli asal China mengingatkan pose itu berpotensi menjadi pintu masuk para penipu.
Ahli keuangan Li Chang mengatakan jari yang terlihat jelas dalam foto bisa membahayakan data biometrik pribadi. Karena sidik jari dapat diekstrak jika diambil menghadap ke kamera dan berjarak 1,5 meter, bahkan hingga 3 meter.
Jika data ini bocor, risikonya cukup besar karena rentan mengalami pencurian keuangan dan penipuan identitas. Hal ini mengingat data seperti sidik jari dan wajah merupakan pengenalan biometrik yang sulit diubah.
South China Morning Post (SCMP) mencatat sidik jari bisa terlihat dengan jelas menggunakan batuan software pengeditan foto dan AI.
Hal serupa juga diungkapkan profesor kriptografi Universitas Akademi Ilmu Pengetahuan China, Jing Jiwu. Dia menjelaskan rekonstruksiĀ detail tangan dapat dilakukan saat selfie menggunakan kamera berkualitas tinggi.
Kasus menggunakan sidik jari dari foto pernah ditemukan pada Juli lalu. Seorang pria asal Hangzhou China berpose dengan jari yang terlihat jelas dan mengunggahnya secara online.
Ternyata foto itu diunduh oleh para pelaku kejahatan. Sidik jari yang terlihat itu digunakan untuk membuka smart key yang digunakan di rumahnya, yang kemudian bisa digagalkan.
Sementara kasus lainnya melibatkan karyawan yang mengumpulkan sidik jari rekan kerja menggunakan sistem absensi perusahaan. Dia menggunakan penutup sidik jari silikon untuk mencuri 580 ribu yuan (Rp 1,5 miliar).
Cara Menghindari Penipuan
Li menyarankan cara untuk menghindari tindak penipuan yang diambil dari foto selfie. Yakni membuat kabur tangan sebelum selfie diunggah secara online.
Harapannya cara ini dapat menghindari aksi penipuan menggunakan sidik jari para korban.
Temuan ini dengan cepat menyebar di media sosial China. Termasuk dorongan untuk masyarakat mempertimbangkan kebiasaan mengunggah konten di platform online.
Sejumlah warganet juga telah menanggapi peringatan ini. Salah satunya mengomentari filter kecantikan pada kamera bisa menolong melindungi data biometrik pengguna.
"Saya akan mulai rutin membersihkan bekas sidik jari dari layar ponsel," kata pengguna medsos.
"Saya tidak menyangka filter kecantikan berlebihan dan efek mengecilkan wajah bisa membantu melindungi data biometrik saya," ucap pengguna lainnya.
Namun ada juga yang mengomentari pose selfie menjadi terbatas. "Mulai sekarang sepertinya hanya bisa mengepalkan tinju saat foto selfie," kata seorang pengguna.
Meski begitu, ahli lain mengatakan sulitnya mengekstraksi sidik jari dari selfie. Hal ini diungkapkan direktur Pusat Penelitian Keamanan Industri Qianxin, Pei Zhiyoung yang menjelaskan ekstraksi jari mungkin dilakukan secara teknis namun sulit untuk dilakukan.
Menurutnya, sidik jari digunakan pada lingkungan dengan tingkat keamanan rendah. Risiko tertinggi berada pada penggunaan dokumen palsu, meski kasusnya juga jarang terjadi.
(dem/dem) Add
source on Google