Gudang Penipuan Online Sering Dikunjungi Warga RI, Untung Rp 21 T

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
12 May 2026 15:30
Meta. (REUTERS/Yves Herman//File Photo/File Photo)
Foto: REUTERS/Yves Herman

Jakarta, CNBC Indonesia - Meta diduga mendapatkan US$7 miliar (Rp 121 triliun) per tahun hanya dari iklan penipuan dari Facebook dan Instagram, dua platform populer yang banyak dikunjungi warga dunia, termasuk warga Indonesia. Keuntungan itu membuat raksasa media sosial digugat atas nama penduduk California di Pengadilan Tinggi Santa Clara County California.

Menurut gugatan yang dilayangkan aksi Meta yang mendapatkan keuntungan dari promosi penipuan melanggar undang-undang periklanan palsu dan praktik bisnis tidak adil di California.

Gugatan itu juga menuduh Meta tidak melakukan penindakan iklan. Namun perusahaan mentolerir iklan palsu secara global di dalam platformnya.

Tak hanya itu, Meta disebut menghalangi upaya pengurangan iklan dengan semacam pengamanan.

Pihak Santa Clara mengatakan Meta mengizinkan perantara menjual akun untuk menempatkan iklan yang bebas dari penegakan hukum. Termasuk menargetkan iklan penipuan pada pengguna yang mengklik penawaran palsu di masa lalu.

Mereka juga mempermasalahkan penggunaan sistem AI generatif. Sistem itu diduga membantu pemasaran membuat iklan penipuan.

Berdasarkan pengajuan gugatan disebutkan pula Meta bisa menyesuaikan banyaknya iklan penipuan yang bisa hadir di platformnya. Dengan begitu pendapatan perusahaan bisa terpenuhi.

"Skala pelanggaran Meta mencapai tingkat luar biasa dan ini harus dihentikan," kata penasihat hukum daerah tersebut, Tony LoPresti, dikutip dari Reuters, Selasa (12/5/2026).

Meta membantah klaim itu dan akan membela diri. Menurut perusahaan, pihaknya terus memerangi penipuan yang ada.

"Kami memerangi penipuan di dalam dan luar platform karena hal itu tidak baik untuk kami atau orang-orang dan bisnis yang bergantung pada layanan," kata juru bicara Meta, Andy Stone.

(fab/fab) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article "Kutukan" AI Terus Makan Korban, Meta PHK Besar-besaran


Most Popular
Features