Jangan Angkat Telepon dari Nomor Ini, Kenali Modus Penipuan Wangiri

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Senin, 11/05/2026 16:25 WIB
Foto: Seorang pekerja Metro Santo Domingo berbicara di telepon seluler sementara orang-orang berusaha menggunakan Metro Santo Domingo setelah layanan dihentikan karena pemadaman listrik nasional yang disebabkan oleh kegagalan besar pada jaringan listrik nasional, di Santo Domingo, Republik Dominika, 23 Februari 2026. (REUTERS/Erika Santelices)

Jakarta, CNBC Indonesia - Modus penipuan digital terus berkembang seiring kemajuan teknologi komunikasi. Salah satu modus yang sempat marak di berbagai negara dan juga pernah terdeteksi di Indonesia adalah Wangiri Fraud, skema penipuan telepon yang pertama kali populer di Jepang pada awal 2000-an.

Istilah wangiri berasal dari bahasa Jepang, yaitu gabungan kata "wan" (one/ring) dan "giri" (cut), yang secara harfiah berarti "sekali dering lalu ditutup". Nama ini merujuk pada modus operandi penipu yang hanya membiarkan telepon berdering singkat sebelum menutup panggilan, dengan harapan korban merasa penasaran dan menelepon balik.

Modus ini bukan sekadar gangguan telepon biasa. Wangiri merupakan bentuk penipuan telekomunikasi internasional yang telah menyebar ke banyak negara, termasuk Amerika Serikat, negara-negara Eropa, hingga Asia Tenggara.


Di Indonesia, indikasi praktik Wangiri pernah mencuat sekitar 2018 ketika sejumlah pengguna melaporkan menerima panggilan misterius dari nomor luar negeri yang tidak dikenal. Biasanya nomor tersebut menggunakan kode negara asing, sehingga memancing rasa penasaran penerima.

Menurut laporan Global Telco Consult, penipuan ini memanfaatkan jaringan telekomunikasi, sistem panggilan otomatis (auto dialer), dan nomor layanan tarif premium (premium rate service/PRS).

Dengan teknologi tersebut, pelaku dapat melakukan ribuan panggilan dalam waktu singkat secara otomatis. Namun panggilan sengaja dibuat sangat singkat-sering kali hanya satu atau dua dering-agar korban tidak sempat mengangkat, melainkan terdorong untuk menelepon balik.

Selain lewat panggilan tak terjawab (missed call), beberapa pelaku juga menggunakan SMS untuk menarik perhatian korban. Pesan tersebut biasanya dibuat seolah-olah penting atau mendesak, misalnya meminta penerima untuk segera menghubungi nomor tertentu.

Biasanya, nomor yang digunakan terlihat seperti nomor ponsel biasa, padahal sebenarnya merupakan nomor internasional premium dengan tarif sangat mahal. Dalam beberapa kasus, pelaku juga menggunakan teknik spoofing, yakni memalsukan identitas nomor telepon agar tampak meyakinkan.

Penipuan Wangiri dapat menyebabkan kerugian finansial langsung bagi korban. Saat korban menelepon balik, mereka tanpa sadar terhubung ke layanan berbayar internasional dengan tarif tinggi per menit.

Korban umumnya tidak langsung menyadari bahwa dirinya sedang ditipu. Untuk memperpanjang durasi panggilan, pelaku sering memutar rekaman otomatis, musik tunggu, atau pesan suara yang memberi kesan panggilan akan segera tersambung ke seseorang.

Semakin lama korban bertahan di sambungan telepon, semakin besar biaya yang dikenakan. Dalam skema tertentu, pendapatan dari biaya premium tersebut kemudian dibagi antara pihak yang mengoperasikan nomor premium dengan pelaku penipuan.

Berikut skema penipuan Wangiri berdasarkan penjelasan Global Telco Consult:

1. Panggilan massal ke ribuan nomor

Pelaku menggunakan sistem otomatis untuk menghubungi banyak nomor telepon sekaligus di berbagai wilayah. Panggilan dibuat singkat agar tidak dijawab, tetapi cukup untuk muncul sebagai missed call.

2. Korban terpancing menelepon balik

Karena penasaran atau mengira panggilan itu penting, korban menghubungi nomor tersebut. Tanpa disadari, panggilan itu tersambung ke nomor premium internasional dengan tarif mahal.

3. Sambungan dibuat selama mungkin

Pelaku sengaja memperpanjang durasi panggilan dengan rekaman pesan, musik, atau sistem antrean palsu agar korban tetap terhubung.

4. Pelaku memperoleh keuntungan finansial

Biaya panggilan premium yang dibayarkan korban menjadi sumber keuntungan bagi pelaku melalui skema pembagian pendapatan.

5. Korban baru sadar setelah pulsa atau tagihan membengkak

Sebagian besar korban baru menyadari telah tertipu ketika pulsa mereka habis drastis atau tagihan telepon melonjak.

Cara Menghindari Penipuan Wangiri

Untuk menghindari menjadi korban, masyarakat disarankan:

  • Jangan menelepon balik nomor asing yang tidak dikenal, terutama jika hanya berdering singkat
  • Periksa kode negara nomor tersebut melalui internet sebelum merespons
  • Abaikan SMS mencurigakan yang meminta menghubungi nomor tertentu
  • Blokir nomor yang dianggap mencurigakan
  • Laporkan nomor tersebut ke operator seluler atau otoritas terkait

Di era digital saat ini, kewaspadaan menjadi kunci utama. Modus Wangiri menunjukkan bahwa rasa penasaran sederhana terhadap panggilan tak dikenal bisa berujung pada kerugian finansial.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Harga Bahan Baku Naik & Rupiah Melemah, Bisnis Fiber Optic "Tercekik"