Tech & Telco Forum 2026

Bos Ingram Micro Indonesia Ungkap Tantangan Adopsi AI

Khoirul Anam, CNBC Indonesia
Rabu, 06/05/2026 14:08 WIB
Foto: President Director PT Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi saat menyampaikan pemaparan dalam Tech & Telco Forum 2026 di Jakarta, Rabu (6/5/2026). (CNBC Indonesia/Tri Susilo)

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) terus mengalami peningkatan. Mengingat peran AI sangat besar dalam meningkatkan efisiensi, produktivitas, dan inovasi di berbagai sektor.

Kendati demikian, Presiden Direktur Ingram Micro Indonesia, Mulia Dewi Karnadi menyebutkan bahwa pemanfaatan AI bagi kebutuhan perusahaan masih dihadapkan pada berbagai tantangan.

"Banyak perusahaan waktu mengadopsi AI itu bingung, saya harus mulai dari mana, apa yang harus saya jalankan," ungkap dia dalam Tech and Telco Forum dengan tema "Building a Safer Digital Nation: From Connectivity to Cyber Resilience", Rabu (6/5/2026).

Untuk itu, kata dia, perusahaan perlu melakukan AI maturity test sebelum mengadopsi teknologi ini. Setelah melakukan tes tersebut, perusahaan dapat memahami apa saja yang perlu dibangun dan dikembangkan dari AI tersebut.


"Karena banyak sekali terjadi gap literasi digital, terutama dari sumber daya manusia. Di sini kita membantu untuk memberikan training yang diperlukan," kata dia.

Lebih lanjut, Mulia memaparkan adopsi AI sudah berlangsung selama satu dekade terakhir. Bahkan saat ini manusia tidak bisa hidup tanpa AI, seperti virtual assistent.

"Kalau tanya apa-apa, mungkin sudah pakai Gen AI baik dari hyper scaler platform, baik Google, Microsoft, atau dibuat sendiri sesuai perusahaan masing-masing," jelas dia.

Dengan kata lain, kata dia, penerapan AI bukan lagi sebagai pilot project, tetapi masuk dalam tahap pengembangan. Pada perusahaan AI membantu produktivitas hingga pengalaman kustomer.

"Termasuk di dalamnya inovasi. Jadi inovasi kalau kita punya customer aquision, customer retention di market baik, tentu perusahaan akan jadi market leader," tegas Mulia.

Sebelumnya, laporan McKinsey 'The state of AI in 2025: Agents, innovation, and transformation' menyebut, lebih dari 75% organisasi telah menggunakan AI dalam setidaknya satu fungsi bisnis. Namun, sebagian besar adopsi masih dalam tahap awal, dan belum menyeluruh ke seluruh proses, termasuk ke manajemen dokumen dan back-office.

Adapun sebanyak 50% dari perusahaan yang memanfaatkan AI untuk transformasi bisnis secara menyeluruh (AI high performers) menargetkan perubahan besar dalam tiga tahun ke depan. Jumlah ini sebesar 3,6 kali lebih tinggi daripada perusahaan yang belum memanfaatkan AI.

Data ini membuktikan bahwa strategi AI yang jelas dan terarah secara langsung mendorong peningkatan yang signifikan.


(dpu/dpu) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Strategi Perkuat Infrastruktur Teknologi & Percepat Ekspansi AI