Negara Ini Wajibkan Ponsel Pakai Baterai Lepas-Pasang Tahun Depan
Jakarta, CNBC Indonesia - Produsen ponsel harus bersiap untuk menyesuaikan aturan baru di negara Uni Eropa. Negara tersebut akan segera menerapkan aturan baru yang mewajibkan produsen elektronik, termasuk smartphone, untuk menyematkan baterai yang bisa dilepas pasang di perangkatnya mulai tahun 2027.
Mengutip Tech Radar, tujuan dari pemberlakuan aturan tersebut, selain menyusul regulasi yang ditetapkan pada 2023 lalu, juga bertujuan untuk mengatasi masalah degradasi baterai sekaligus mengurangi limbah elektronik. Selain itu juga untuk meningkatkan kemudahan perbaikan perangkat seluler sebagai bagian dari upaya ramah konsumen.
Pada beberapa dekade lalu, baterai lepas pasang sempat menjadi bagian dari teknologi ponsel. Namun semenjak teknologi smartphone, ditambah kehadiran iPhone dari Apple, kini produsen lain juga ikut menerapkan baterai tanam pada produk mereka.
Meskipun aturan ini hanya berlaku di wilayah Uni Eropa, namun mekanisme produksi massal global diperkirakan akan membuat perangkat di pasar negara lain turut terdampak oleh perubahan desain ini.
Dengan adanya aturan baru ini tidak secara otomatis membuat ponsel akan kembali ke desain lama dengan casing yang bisa dibuka langsung oleh konsumen. Regulasi ini secara spesifik merujuk pada baterai yang dapat diganti oleh konsumen tanpa memerlukan alat khusus, kecuali jika alat tersebut sudah disertakan secara gratis dalam kemasan produk.
Artinya, produsen ponsel kemungkinan wajib menyediakan alat pembongkar kecil dalam paket pembelian agar baterai tetap bisa dilepas secara mandiri oleh konsumen.
Tak hanya menyasar ponsel dan tablet, namun sejumlah produk teknologi lain seperti kacamata pinter, game konsol terbaru seperti Nintendo Switch 2 yang sedang dikembangkan akan mempertimbangkan kemudahan penggantian baterai ini.
Namun, ada pengecualian dalam aturan baru ini. Perangkat yang baterainya mampu mempertahankan kapasitas 80% setelah menempuh 1.000 siklus pengisian daya bisa tidak perlu memenuhi ketentuan tersebut.
Produk yang dimaksud berupa Apple, raksasa teknologi asal Cupertino. Pasalnya, merujuk dokumen dukungan resmi perusahaan, jajaran iPhone 15 yang diluncurkan sejak 2023 sudah memenuhi standar ketahanan baterai tersebut.
Calon CEO Apple, John Ternus, sebelumnya juga pernah menyatakan bahwa ia mendukung hak untuk memperbaiki secara umum. Menurutnya, daya tahan produk secara keseluruhan merupakan prioritas utama dibandingkan sekadar kemudahan perbaikan secara terpisah.
Aturan terbaru Uni Eropa ini mendapat sambutan positif dari sejumlah konsumen. Sejumlah pengguna forum Reddit misalnya, yang memandang bahwa aturan ini merupakan langkah yang sangat ramah konsumen, mengingat baterai biasanya menjadi komponen pertama yang mengalami penurunan fungsi atau kerusakan pada sebuah ponsel.
Sebagai informasi, undang-undang yang telah dirancang selama beberapa tahun ini dijadwalkan berlaku efektif pada Februari 2027. Artinya, perangkat seperti Samsung Galaxy S27 bisa menjadi salah satu yang pertama harus mematuhi aturan tersebut di pasar Eropa.
(pgr/pgr) Add
source on Google