Jangan Bilang 'Tolong' & 'Terima Kasih' ke ChatGPT, Ini Alasannya

Tim Redaksi, CNBC Indonesia
Minggu, 26/04/2026 14:00 WIB
Foto: REUTERS/Dado Ruvic

Jakarta, CNBC Indonesia - CEO OpenAI, Sam Altman mengimbau para pengguna AI untuk tidak bersikap sopan saat menggunakan ChatGPT. Sopan santun rupanya membawa dampak besar pada biaya operasional OpenAI.

Menurut dia mengatakan "tolong" dan "terima kasih" kepada ChatGPT menghabiskan banyak uang perusahaan. Sebab hal tersebut memicu lonjakan biaya listrik yang tak sedikit.

"Puluhan juta dolar yang dihabiskan- Anda tidak akan pernah tahu," tulis Altman melalui akun X miliknya, menanggapi pertanyaan warganet soal dampak finansial dari interaksi sopan terhadap ChatGPT.


Pasalnya, ChatGPT bekerja menggunakan model bahasa besar (large language models/LLMs) yang memerlukan daya komputasi super besar. Model ini berjalan di ribuan unit GPU berkinerja tinggi dalam pusat data yang menyedot energi dalam jumlah fantastis.

Sebagai gambaran, satu respons singkat dari AI seperti paragraf atau e-mail bisa menyedot sekitar 0,14 kilowatt-jam (kWh) listrik, setara dengan menyalakan 14 lampu LED selama satu jam. Bila dikalikan dengan miliaran interaksi per hari, konsumsi energi membengkak drastis.

Mengutip New York Post, Minggu (26/4/2026), pusat data menyumbang sekitar 2% konsumsi listrik global. Angka tersebut diperkirakan akan melonjak seiring pesatnya penggunaan AI generatif.

Meski begitu, sebagian pakar AI menilai menujukan sikap sopan tetap penting dalam membentuk interaksi yang lebih positif dengan AI.

Kurtis Beavers dari tim desain Microsoft Copilot menyebut bahwa bahasa sopan memicu respons yang lebih kolaboratif dan profesional dari AI.

"Ketika AI menangkap nada sopan, ia cenderung membalas dengan sikap yang sama," tulis Microsoft WorkLab, media internal Microsoft yang fokus pada adopsi AI di dunia kerja.

Faktanya, survei 2024 menunjukkan bahwa 67% pengguna di AS rutin menggunakan bahasa sopan saat berinteraksi dengan chatbot.


(pgr/pgr) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video:Kembangkan AI, Microsoft Akan Investasi Rp 177 Triliun di Jepang