10 Peneliti Nuklir Amerika Lenyap Satu Per Satu, FBI Turun Tangan

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Jumat, 24/04/2026 09:25 WIB
Foto: Dalam foto ini disediakan oleh NASA, dari kiri, Kurator Astromaterial NASA Francis McCubbin, Pimpinan Sains Kapsul Pengembalian Sampel NASA Scott Sandford dan Penyelidik Utama Osiris-Rex Universitas Arizona Dante Lauretta, mengumpulkan data di sebelah kapsul pengembalian sampel dari misi Osiris-Rex NASA setelah mendarat di Test and Training Range milik Departemen Pertahanan Utah pada Minggu, 24 September 2023. Sampel diambil dari asteroid Bennu pada Oktober 2020. (AP/Keegan Barber)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah peneliti terkait penelitian nuklir dan kedirgantaraan Amerika Serikat (AS) dilaporkan meninggal atau menghilang secara misterius selama beberapa tahun terakhir. Kejadian misterius itu membuat FBI turun tangan.

"Memimpin upaya mencari keterkaitan ilmuwan yang hilang dan meninggal," kata FBI dikutip dari CNN Internasional, Kamis (23/4/2026).

FBI menambahkan bekerja sama dengan Departemen Energi, Departemen Perang dan penegak hukum untuk penyelidikan ini.


Komite Pengawasan DPR yang dipimpin Partai Republik menyatakan akan menggelar penyelidikan terkait laporan kematian dan hilangnya 10 orang tersebut. Mereka menyebut para korban memiliki akses ke informasi ilmiah yang sensitif.

Sementara itu, NASA hanya mengatakan bekerja sama dengan lembaga terkait soal masalah para ilmuwan tersebut. Lembaga antariksa juga memastikan tidak ada ancaman pada keamanan nasional terkait NASA.

"Saat ini tidak ada hal terkait NASA yang mengindikasikan ancaman pada keamanan nasional," ucap juru bicara NASA, Bethany Stevens.

Kasus orang menghilang dan kematian ini terjadi sejak 2023 lalu. Saat itu, Michael David Hicks yang bekerja sebagai ilmuwan NASA ditemukan meninggal pada 30 Juli 2023 dan tidak ada informasi soal penyebab kematiannya.

Dia bekerja hampir 25 tahun di Jet Propulsion Laboratory NASA terkait komet dan asteroid. Putrinya, Julia Hicks mengatakan sang ayah telah berjuang dengan masalah kesehatan, bukan terkait sesuatu yang berpotensi menimbulkan penyelidikan dari federal.

"Sejauh yang saya tahu mengenai ayah saya, tidak ada alur logika yang menghubungkannya dengan potensi penyelidikan federal. Saya tidak mengerti hubungan antara kematian ayah saya dan para ilmuwan lain yang hilang," kata Julia Hicks.

Menurut Julia, tidak ada seorangpun dari pemerintahan atau lembaga federal yang menghubunginya mengenai kematian Michael.

Selain itu juga ada Frank Maiwald yang meninggal pada 2024 saat mendaki di Los Angeles. Dia merupakan spesialis penelitian ruang angkasa yang meninggal dan menjabat sebagai direktur Kelompok Pemrosesan Material Laboratorium NASA.

Sementara William Neil McCasland selaku pensiunan mayor jenderal Angkatan Udara yang berada di sejumlah penelitian kedirgantaraan canggih Pentagon dan pernah memimpin Laboratorium Pangkalan Angkatan Udara Wright-Patterson dinyatakan hilang sejak meninggalkan rumahnya di New Mexico pada 27 Februari. Dia tidak membawa ponsel, kacamata resep, serta perangkat elektronik lainnya.

Dua kasus menghilang lain adalah Melissa Casias dan Anthony Chaves yang bekerja di fasilitas penelitian nuklir New Mexico, Laboratorium Nasional Los Alamos.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Smart Living Bantu Pekerjaan Rumah Tangga Hemat Waktu & Energi