Petaka Baru dari Amerika, Bank di Seluruh Dunia Bisa Tumbang

Novina Putri Bestari, CNBC Indonesia
Selasa, 21/04/2026 07:20 WIB
Foto: Orang-orang berjalan melewati Bursa Efek New York, Kamis pagi, 10 April 2025. (AP/Richard Drew)

Jakarta, CNBC Indonesia - Ancaman baru terhadap stabilitas perbankan global muncul di Amerika Serikat. Model kecerdasan buatan (AI) bernama Mythos disebut memiliki kemampuan yang dapat membongkar celah keamanan bank dan berpotensi dimanfaatkan untuk serangan siber berskala besar.

CEO Barclays, C. S. Venkatakrishnan memperingatkan bahwa model AI yang dikembangkan Anthropic tersebut menjadi ancaman serius yang dapat mengguncang stabilitas bank.

Menurutnya, kemampuan Mythos dalam menulis kode tingkat tinggi memungkinkan AI ini mengidentifikasi kerentanan keamanan yang belum pernah ada sebelumnya.


Kemampuan tersebut menimbulkan kekhawatiran bahwa teknologi itu bisa dimanfaatkan untuk mengeksploitasi sistem perbankan, khususnya bank yang masih bergantung pada infrastruktur teknologi lama. Jika celah tersebut digunakan secara masif, stabilitas sektor keuangan global berisiko terguncang.

"Untuk Mythos, ini masalah serius," kata Venkatakrishnan di sela-sela pertemuan IMF, dikutip dari Reuters, Senin (20/4/2026).

Peringatan ini langsung memicu respons regulator. Sejumlah otoritas pengawas dan lembaga keuangan kini mulai meninjau model tersebut untuk mengukur risiko keamanan siber yang mungkin ditimbulkan.

Mythos bahkan disebut telah membunyikan alarm di kalangan regulator karena potensi dampaknya terhadap sistem perbankan yang kompleks dan saling terhubung.

Venkatakrishnan juga mengingatkan bahwa ancaman tidak akan berhenti pada satu model. Ia memperkirakan versi lanjutan seperti Mythos 2 dan Mythos 3 akan muncul dengan cepat, dengan kemampuan yang lebih kuat.

"Namun, akan ada Mythos 2 dan Mythos 3, dan kemunculannya kemungkinan akan terjadi dengan frekuensi yang mengkhawatirkan," lanjutnya.

Lonjakan teknologi semacam ini akan mempercepat perlombaan keamanan siber yang memaksa bank berinovasi. Tantangan tersebut dinilai akan lebih berat bagi institusi besar yang masih menjalankan sistem lama.

"Kita harus memahami kemampuannya dan kita harus memahami bagaimana melindungi diri darinya," ujarnya.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Lawan Serangan Siber Yang Ganas, Fintech Wajib Investasi 3 Hal