HP China Tidak Laku, Warga Ogah Beli HP Baru di 2026

Redaksi, CNBC Indonesia
Kamis, 16/04/2026 16:50 WIB
Foto: Jasa Service HP. (CNBC Indonesia/Novina)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa HP China paling terdampak krisis chip memori global. Setidaknya begitu yang tersirat dari laporan pengapalan HP kuartal-I (Q1) 2026, berdasarkan data dari firma riset IDC dan Counterpoint.

Dalam daftar 'Top 5' HP dengan pengapalan tertinggi di Q1 2026, ada merek-merek China 'langganan' seperti Xiaomi, Oppo, dan vivo. Ketiganya tercatat mengalami penurunan pengapalan yang signifikan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (YoY).



Menurut data IDC, Xiaomi yang bertengger di posisi ketiga mengalami penurunan 19,1% YoY. Xiaomi mengapalkan 33,8 juta unit HP dalam tiga bulan pertama 2026, dengan meraup pangsa pasar 21,1%.

Xiaomi memang masih bertahan di posisi ketiga, tetapi mencatat penurunan paling tajam di antara jejeran 'Top 5'. Menurut laporan IDC, hal ini disebabkan keputusan Xiaomi yang secara strategis mengurangi pengiriman model-model lama untuk menghindari kenaikan harga besar-besaran.

Sementara itu, di posisi keempat ada Oppo yang mencatat penurunan 9,9% YoY menurut data IDC. Oppo mengapalkan 30,7 juta unit HP dan meraup 10,6% pangsa pasar global.

Oppo dikatakan memiliki kinerja yang lebih kuat di China ketimbang pasar internasional. Hal ini membantu Oppo meredam tekanan penurunan global yang lebih parah.

Terakhir, vivo berada di peringkat kelima dengan penurunan 6,8% YoY, menurut IDC. vivo mengapalkan 21,2 juta unit HP dengan meraup pangsa pasar 7,3%. Penurunan yang relatif lebih rendah membuat vivo makin dekat untuk menyamai kedudukan Oppo.

Sementara itu, menurut data Counterpoint, Xiaomi yang juga bertengger di posisi ketiga, merosot 19% YoY. Oppo dan vivo di posisi keempat dan kelima secara berurutan dilaporkan mengalami penurunan tipis 4% dan 2%.

Meskipun pengapalan keseluruhan Oppo mengalami penurunan, tetapi Counterpoint mencatat Oppo menunjukkan kinerja moncer pada segmen entry-level melalui seri A5 dan seri ultra-premium Find 5.

vivo yang juga tertekan secara global disebutkan mampu mempertahankan kepemimpinannya di pasar India. vivo terus menggenjot segmen kelas-menengah di India, sembari menjaga momentum positif di China.

Di tengah kemerosotan merek HP China di pasar global, IDC dan Counterpoint turut menyorot pertumbuhan Honor di pasar global. Meskipun Honor belum bisa masuk di daftar 'Top 5', tetapi pertumbuhannya sangat tinggi di jejeran 'Top 10'.

"Di luar [daftar] 'Top 5', Honor, Google, dan Nothing mengalami pertumbuhan pengiriman yang signifikan pada Q1 2026, dengan HONOR dan Nothing tumbuh 25% YoY dan Google tumbuh 14% YoY," tulis laporan Counterpoint.

Sementara itu, IDC menyebut Honor, Lenovo (Motorola), dan Huawei juga mencatatkan pertumbuhan positif di luar daftar Top 10. "Honor memiliki pertumbuhan tertinggi di antara [daftar] 'Top 10', yaitu 24% YoY, karena perusahaan tersebut mengalihkan fokus ke ekspansi ke luar negeri," tulis laporan IDC.

Warga Ogah Beli HP Baru di Awal 2026

Perlu dicatat, data yang diberikan IDC dan Counterpoint terbatas pada jumlah pengapalan, bukan jumlah penjualan riil di pasar. Kendati demikian, data pengapalan kerap menjadi indikasi tingginya permintaan produk.

Secara keseluruhan, Counterpoint mencatat pengapalan HP global menunjukkan penurunan 6% YoY. Sementara itu, IDC menyebut penurunannya 4,1% YoY.

Berdasarkan laporan IDC sepanjang Q1 2026, pengapalan HP global berjumlah 289,7 juta unit. Hal ini mengakhiri tren pertumbuhan selama 10 kuartal berturut-turut yang telah dialami pasar sejak pertengahan tahun 2023.

"Kami memperkirakan perlambatan pada kuartal pertama ini akan menjadi pertanda ringan untuk apa yang akan terjadi di tahun 2026 karena kendala pasokan terkait memori dan kenaikan harga akan semakin menghambat pertumbuhan pasar," tulis laporan IDC.

Di tengah krisis tersebut, IDC mencatat Samsung masih menjadi 'raja' HP dunia dengan pertumbuhan positif 3,6% YoY dengan market share 21,7%. Samsung berhasil mengapalkan 62,8 juta unit Hp di Q1 2026.

Kemudian di posisi kedua ada Apple dengan pertumbuhan positif 3,3%. Apple mengapalkan 61,1 juta unit iPhone dan meraup pangsa pasar 21,1%.

Berbeda dari IDC, Counterpoint mencatat Apple sebagai 'raja' HP di awal 2026, dengan pertumbuhan 5% YoY. Sementara itu, Samsung dilaporkan mengalami penurunan 6% YoY dan menduduki peringkat kedua.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Intip Cara AI Bikin Tata Kelola Data Bank -Telco Makin Canggih