Para pekerja pengiriman barang online menggelar aksi protes di São Paulo, Brasil Selasa (14/4/2026), menuntut perbaikan kondisi kerja serta menolak rancangan undang-undang pekerjaan berbasis aplikasi yang dinilai mengancam keamanan kerja dan lebih menguntungkan perusahaan teknologi. (REUTERS/Amanda Perobelli)
Massa membentangkan poster bertuliskan: 'Pengantar barang berhak atas martabat'. Dilansir Komisi khusus di Câmara dos Deputados Rabu (15/4/2026) yang membahas regulasi layanan transportasi dan pengantaran berbasis aplikasi membatalkan rapat pada Selasa. Agenda tersebut sebelumnya dijadwalkan untuk melakukan pemungutan suara atas laporan yang disusun oleh Augusto Coutinho terkait Projeto de Lei Complementar 152/25. Hingga kini, belum ada jadwal baru yang ditetapkan. (REUTERS/Aline Massuca)
Sebuah masker wajah bergambar anggota kongres Brasil, Augusto Coutinho, tergantung di sepeda motor selama aksi berlangsung. Rancangan aturan yang diajukan oleh Luiz Gastão ini mengalami sejumlah revisi dibanding versi Desember 2025. Dalam pembaruan yang dirilis 7 April, Coutinho menegaskan perubahan dilakukan untuk memperkuat karakter kerja mandiri serta menyesuaikan kewajiban berbagai pihak, dengan tujuan mencapai konsensus politik agar rancangan dapat disahkan.(REUTERS/Amanda Perobelli)
Versi terbaru menegaskan istilah “pekerja otonom berbasis platform”, yang berarti hubungan antara pekerja dan platform tidak menciptakan ikatan kerja formal. Pekerja diberi kebebasan mengatur waktu kerja dan boleh terdaftar di lebih dari satu platform, tanpa kewajiban jam minimum maupun sanksi saat menolak pesanan. (REUTERS/Amanda Perobelli)
Dari sisi cakupan, aturan kini difokuskan pada layanan transportasi penumpang dan pengantaran barang, dengan menghapus kategori layanan lainnya. Ketentuan terkait hak pengguna juga dialihkan ke Código de Defesa do Consumidor, sementara fasilitas pendukung bagi pengemudi tidak lagi wajib, melainkan menjadi kebijakan bertahap. (REUTERS/Aline Massuca)
Dalam aspek ekonomi, pekerja diwajibkan membayar iuran jaminan sosial sebesar 5% dari dasar perhitungan tertentu, sedangkan platform memiliki opsi skema kontribusi lain. Penghasilan dibagi menjadi 25% sebagai pendapatan dan 75% untuk biaya operasional. Selain itu, potongan platform dibatasi rata-rata maksimal 30% per layanan, serta ditetapkan standar minimum bayaran untuk layanan pengantaran. (REUTERS/Amanda Perobelli)
Rancangan ini juga mengatur transparansi dan perlindungan pekerja, seperti kewajiban laporan pendapatan yang rinci, mekanisme banding atas keputusan otomatis, serta penyediaan asuransi jiwa. Namun, sejumlah manfaat dalam versi sebelumnya, termasuk bonus akhir tahun, tambahan upah kerja malam, dan batas jam kerja dihapus dalam revisi terbaru. (REUTERS/Aline Massuca)