Bulan Bergerak Menjauh dari Bumi, Manusia Rasakan Dampaknya
Jakarta, CNBC Indonesia - Jarak antara Bumi dan Bulan dikabarkan terus menjauh. Manusia telah merasakan dampak dari fenomena tersebut.
Menjauhnya kedua objek tersebut diketahui karena pengukuran yang dilakukan oleh reflektor di Bulan. Reflektor tersebut ditempatkan oleh misi Apollo 1960 untuk mengukur jarak dengan Bumi.
Perubahan jarak itu diketahui berdasarkan Lunar Laser Ranging Experiment dengan mengukur waktu yang dibutuhkan untuk dipantulkan kembali ke reflektor.
Pengukuran telah dilakukan secara bulan, dan tercatat kecepatannya cukup lambat mencapai 3,8 cm per tahun.
Ternyata jarak antara Bumi dan Bulan yang terus menjauh bisa dirasakan. IFL Science menuliskan soal fenomena Gerhana Matahari Total yang tidak bisa dilihat lagi dari Bumi.
Penyebabnya karena Bulan yang makin mengecil. Ini berbeda dengan ukuran sebelumnya di mana Bulan dan Matahari sama dan membuat Gerhana Matahari Total masih terlihat sama.
Bahkan ilmuwan NASA, Richard Vondrak telah memprediksi dampak jarak Bumi-Bulan yang terus menjauh pada Gerhana Matahari Total. Menurutnya, akan jadi kali terakhir jenis gerhana itu akan terlihat dari Bumi.
"Seiring berjalannya waktu, jumlah dan frekuensi Gerhana Matahari Total berkurang. Sekitar 600 juta tahun lagi, Bumi akan melihat keindahan Gerhana Matahari Total untuk terakhir kalinya," jelasnya pada 2017.
Jarak Bumi dengan Matahari mencapai 400 kali lebih jauh dari Bulan. Diameter pusat tata surya itu juga 400 kali lebih besar, bahkan dengan ukuran Bulan yang lebih besar 4 miliar tahun lalu.
Bulan diketahui berukuran tiga kali lebih besar dari sekarang sebelum berada di orbitnya yang sekarang.
(fab/fab) Add
source on Google