Fosil Gajah Diduga Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu

Emir Yanwardhana,  CNBC Indonesia
12 April 2026 21:45
Fosil Gajah Diduga Berusia 1,8 Juta Tahun Ditemukan di Bumiayu
Foto: Bangkai bayi mammoth, yang diperkirakan berusia lebih dari 50.000 tahun dan baru-baru ini ditemukan di lapisan es Siberia di kawah Batagaika di distrik Verkhoyansky, Yakutia, terlihat di balik pagar kaca selama demonstrasi di laboratorium Museum Mammoth di Universitas Federal Timur Laut di Yakutsk, Rusia, 23 Desember 2024. (REUTERS/Roman Kutukov)

Jakarta, CNBC Indonesia - Temuan fosil gajah yang diduga berusia sekitar 1,8 juta tahun di kawasan Situs Bumiayu, Jawa Tengah, membuka pandangan baru terhadap sejarah kehidupan purba di Indonesia. Penemuan ini bahkan diperkirakan memiliki usia lebih tua dibandingkan temuan di Situs Sangiran.

Kepala Organisasi Riset Arkeologi, Bahasa, dan Sastra (OR Arbastra) Badan Riset dan Inovasi Nasional, Herry Yogaswara, mengatakan kawasan Bimuayu memiliki nilai penting dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari geologi hingga arkeologi.

"Kawasan ini memiliki nilai penting dari berbagai aspek, mulai dari geologi, paleontologi, paleoantropologi, hingga arkeologi," kata Heri, dikutip dari laman BRIN, Minggu (12/4/2026).

Berdasarkan hasil eskavasi menemukan berbagai fosil seperti gajah, kuda nil, buaya, kura-kura, ikan, hingga moluska. Hal ini menunjukkan bahwa wilayah ini dahulu merupakan lingkungan dekat perairan dangkal yang kemudian mengalami perubahan menjadi daratan.

Tidak hanya fosil hewan, tim peneliti juga menemukan artefak berupa alat batu dan tulang yang diduga digunakan oleh manusia purba. Temuan ini memperkuat indikasi adanya aktivitas awal manusia di kawasan tersebut.

Hery menambahkan dengan penguatan riset dan kolaborasi lintas sektor, pihaknya optimis Situs Bumiayu dapat dikembangkan menjadi kawasan unggulan arkeologi sekaligus destinasi edukasi bagi masyarakat luas.

(emy/wur) Add logo_svg as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Makhluk Raksasa 28 Meter Ditemukan di China, Ilmuwan Kaget


Most Popular
Features