Rumahnya Dilempar Bom Pagi Buta, Bos ChatGPT Mengaku Banyak Salah
Jakarta, CNBC Indonesia - Rumah pendiri OpenAI (pembuat ChatGPT), Sam Altman, dilempar bom molotov pada Jumat (10/4) pagi buta, pukul 03:45 waktu San Francisco, Amerika Serikat (AS). Kepolisian setempat lantas menangkap seseorang yang diduga sebagai pelaku.
Menurut keterangan OpenAI, sang pelaku juga meneror kantor pusat perusahaan dengan ancaman pembakaran. Untungnya, menurut OpenAI, pemadam kebakaran San Francisco (SFPD) merespons cepat untuk melindungi para karyawan.
Setelah insiden mengejutkan tersebut, Altman membuat unggahan panjang dalam blog pribadinya. Ia juga membagikan foto anggota keluarganya.
Ia mengaku selama ini menjaga privasi anggota keluarganya. Namun, setelah insiden pelemparan bom molotov, ia ingin menegaskan bahwa penyerangan ke rumahnya juga turut membahayakan anggota keluarga yang tak ada sangkut pautnya dengan kebencian oknum tertentu terhadap dirinya.
Dalam unggahan itu, ia juga merefleksikan diri. Selama satu dekade membangun OpenAI, Altman mengaku ada banyak hal yang membuatnya bangga, meski tak menampik kesalahan-kesalahan yang dilakukan.
Salah satu kebanggaannya adalah dengan tegas menolak permintaan sepihak Elon Musk untuk mengendalikan OpenAI. Kasus antara orang terkaya nomor satu di dunia dan Altman itu sudah berlarut-larut dan akan masuk ke persidangan.
Kendati demikian, Altman juga mengumbar hal-hal yang membuatnya tidak bangga pada dirinya sendiri.
"Saya tidak bangga menjadi orang yang menghindari konflik, yang telah menyebabkan penderitaan besar bagi saya dan OpenAI," ujarnya, dikutip dari blog personalnya, Sabtu (11/4/2026).
"Saya tidak bangga telah menangani konflik dengan buruk dengan dewan direksi sebelumnya yang menyebabkan kekacauan besar bagi perusahaan. Saya telah membuat banyak kesalahan lain sepanjang perjalanan gila OpenAI," ia melanjtukan.
Altman juga menyebut dirinya adalah orang yang penuh kekurangan di tengah situasi yang sangat kompleks. Namun, ia mencoba untuk menjadi sedikit lebih baik setiap tahun.
"Kami tahu sejak awal betapa besarnya taruhan AI, dan bahwa perbedaan pendapat pribadi antara orang-orang yang bermaksud baik yang saya sayangi akan sangat diperbesar," ia menuturkan.
"Saya minta maaf kepada orang-orang yang telah saya sakiti dan berharap saya telah belajar lebih banyak dengan lebih cepat," ia menuturkan.
(fab/fab) [Gambas:Video CNBC]