Untung Samsung Lompat 8 Kali Lipat Tapi Bukan dari Jualan HP

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
09 April 2026 13:30
A logo of Samsung Group is seen at its shop in Seoul, South Korea, Thursday, Jan. 30, 2020. Samsung Electronics Co. said Thursday its operating profit for the last quarter fell 33.7% from a year earlier but it predicted earnings will improve in 2020, driven by a gradually stabilizing computer chip market and increasing 5G smartphone sales. (AP Photo/Ahn Young-joon)
Foto: Samsung (AP Photo/Ahn Young-joon)

Jakarta, CNBC Indonesia - Samsung menang besar berkat permintaan chip AI yang tengah meroket tajam. Laba perusahaan diperkirakan bakal meningkat hingga 8 kali lipat dari tahun sebelumnya.

Dalam proyeksi pendapatan awalnya, Samsung memperkirakan laba perusahaan Januari hingga Maret mencapai 57,2 triliun won (Rp 657,1 triliun). Sementara tahun 2025 lalu hanya 6,69 triliun won (Rp 76,8 triliun).

Untuk pendapatan konsolidasi perusahaan diperkirakan juga mengalami peningkatan. Jumlahnya mencapai 133 triliun won (Rp 1.528 triliun) atau melonjak hampir 70%.

"Pendapatan dan laba operasional Samsung Electronics kuartal pertama mencapai skala yang menyaingi perusahaan teknologi besar global lainnya," kata analis riset Counterpoint Research, MS Hwang, dikutip dari CNBC Internasional, Kamis (9/4/2026).

Perkiraan laba kuartal ini kemudian membuat Saham Samsung Electronics naik hingga 4,8% pada hari Selasa (7/4/2026) lalu.

Permintaan chip memori berkecepatan tinggi yang mengalami peningkatan karena pengembangan AI yang pesat. Ini berdampak pada kelangkaan chip di seluruh pasar memori, yang pada akhirnya membuat harga ponsel yang juga meningkat.

Selain memproduksi HP dan perangkat elektronik, Samsung adalah satu dari hanya tiga perusahaan produsen memori.

Hwang juga mengatakan harga komoditas memori diproyeksikan terus naik lebih dari 50% pada kuartal kedua. Masalah kelangkaan kemungkinan juga tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Meski cukup diuntungkan dengan chip AI, Samsung juga masih harus menghadapi beberapa tantangan karena konflik di Timur Tengah. Ini membuat gangguan pengiriman material penting pada manufaktur semikonduktor, khususnya helium.

Masalah tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan manufaktur. Dampaknya bakal terasa termasuk untuk perusahaan seperti Samsung serta SK Hynix.

"Jika konflik di Timur Tengah berakhir dengan cepat, ini tidak akan berdampak pada keuntungan secara signifikan. Namun jika berlanjut dalam beberapa bulan atau lebih akan membuat konsekuensi yang lebih serius," jelasnya.

(dem/dem) [Gambas:Video CNBC]
Next Article Rekam Momen Liburan Makin Berkesan Pakai Samsung Galaxy S25 Ultra


Most Popular
Features