Malapetaka Hantam Pengguna iPhone, Apple Buka Suara

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
02 April 2026 10:40
iPhone 17 Pro. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)
Foto: iPhone 17 Pro. (CNBC Indonesia/Tias Budiarto)

Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa waktu yang lalu ada ancaman besar bagi jutaan pengguna iPhone di seluruh dunia. Serangan siber terbaru bernama DarkSword membuat Apple terpaksa mengubah strategi keamanannya.

Selama ini pengguna diwajibkan memperbarui iOS jika ingin mendapatkan perlindungan keamanan. Namun, situasi berubah setelah dua serangan tersebut muncul. DarkSword menjadi ancaman serius karena mampu mengambil alih iPhone hanya lewat kunjungan ke situs berbahaya.

Masalahnya, jutaan pengguna masih bertahan di iOS 18 dan enggan pindah ke iOS 26. Alasannya mulai dari tampilan baru yang dianggap aneh hingga performa yang dinilai lebih lambat.

Kondisi ini membuat pengguna berada di posisi serba salah, tetap di iOS lama tapi rentan diretas, atau update ke versi baru yang tidak disukai.

Tekanan publik dan pakar keamanan akhirnya memaksa Apple mengalah. Untuk pertama kalinya dalam kasus sebesar ini, Apple merilis patch keamanan khusus untuk iOS lama tanpa memaksa pengguna upgrade.

Langkah ini dikenal sebagai 'backporting' dan menjadi perubahan yang cukup mengejutkan karena jarang dilakukan Apple sebelumnya.

"Kami akan memperluas ketersediaan pembaruan iOS 18 untuk lebih banyak perangkat sehingga pengguna dengan auto-update aktif dapat menerima perlindungan keamanan penting secara otomatis," kata juru bicara Apple, dikutip dari Wired, Rabu (1/4/2026).

Serangan DarkSword sendiri semakin mengkhawatirkan setelah kodenya bocor ke publik dan diunggah ke GitHub. Artinya, siapa pun kini berpotensi menggunakan alat tersebut untuk membobol iPhone.

Bahkan, kelompok hacker yang diduga terkait intelijen Rusia dilaporkan ikut memanfaatkan teknik ini untuk serangan phishing.

Pakar keamanan menyebut langkah Apple ini sudah tepat, walaupun terlambat.

"Ini seharusnya jadi standar, bukan pengecualian," kata Patrick Wardle.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Fakta CEO Apple Ditendang, Ini Jadwal dan Penggantinya


Most Popular
Features