CNBC Insight

Salah Pasang Kabel, Roket NASA Meledak-3 Astronaut Tewas Seketika

MFakhriansyah,  CNBC Indonesia
31 March 2026 19:00
Roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat ruang angkasa Dragon lepas landas dalam misi Crew-12 NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, membawa astronot NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronot ESA Sophie Adenot dan kosmonot Rusia Andrey Fedyaev, dari Kompleks Peluncuran 40 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, AS, 13 Februari 2026. (REUTERS/Steve Nesius)
Foto: Roket SpaceX Falcon 9 dan pesawat ruang angkasa Dragon lepas landas dalam misi Crew-12 NASA ke Stasiun Luar Angkasa Internasional, membawa astronot NASA Jessica Meir dan Jack Hathaway, astronot ESA Sophie Adenot dan kosmonot Rusia Andrey Fedyaev, dari Kompleks Peluncuran 40 di Stasiun Angkatan Luar Angkasa Cape Canaveral di Cape Canaveral, Florida, AS, 13 Februari 2026. (REUTERS/Steve Nesius)

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan antariksa Amerika Serikat (AS), NASA, pernah mengalami insiden serius yang dipicu oleh kesalahan yang terbilang sepele. Kekeliruan dalam pemasangan kabel berujung pada ledakan hebat yang menimpa roket Apollo I.

Peristiwa ini bermula pada Jumat, 27 Januari 1967, saat NASA tengah menjalankan uji coba penerbangan perdana sebagai bagian dari persiapan mewujudkan ambisi Presiden AS kala itu, John F. Kennedy.

Tahun 1961, Kennedy ingin orang AS bisa ke luar angkasa dan mendarat di Bulan sebelum tahun 1969 berakhir. Jika berhasil, AS akan mengalahkan rekor musuh bebuyutannya, Uni Soviet, sebagai negara pertama yang mengirim manusia ke orbit bumi.

Alhasil, NASA melakukan simulasi perdana untuk mengirim manusia ke luar angkasa. Sebagaimana diceritakan dalam buku Apollo: The Race to the Moon (1990), ada tiga astronaut NASA yang ikut serta dalam uji coba roket Apollo 1, antara lain Gus Grissom, Edward H. White II, dan Roger B. Chaffee.

Dalam skenario, simulasi berlangsung 1-3 jam. Namun, praktiknya simulasi molor sampai matahari terbenam. Berbagai masalah teknis muncul bergantian. Mulai dari gangguan kecil hingga paling sering kendala komunikasi. Sinyal transmisi sering terputus.

"Bagaimana kita bisa sampai ke Bulan kalau dua atau tiga gedung saja tak bisa saling bicara?," sindir Grissom yang sudah kesal, dikutip dari Astronomy, Selasa (31/3/2026).

Kurang dari semenit setelah itu, para teknisi melihat kilatan cahaya dari dalam kapsul. Dalam hitungan detik, api muncul dan menyambar cepat di kabin berisi oksigen murni.

Dari jauh, para teknisi mendengar suara teriakan "Kebakaran!" dari dalam kapsul sebelum akhirnya semuanya hening. Kapsul roket meledak. Api melalap kabin. Ketiga astronot tewas seketika. Bahkan sebelum sempat beranjak dari tempat duduk.

NASA salah pasang kabel

Tragedi Apollo 1 menjadi kecelakaan fatal pertama dalam sejarah program antariksa NASA. Berdasarkan laporan investigasi dari Komite Antariksa Senat AS, kebakaran dan ledakan yang menewaskan tiga astronot dipicu oleh percikan listrik (electrical arc) yang berasal dari kabel di bawah lantai kabin modul.

"Tim menyimpulkan penyebab paling mungkin adalah percikan listrik yang terjadi di dekat lantai, pada bagian depan bawah ruang peralatan sebelah kiri," ungkap tim investigasi.

NASA disebut salah memasang kabel yang tidak sesuai standar keselamatan. Kabel bertegangan tinggi seharusnya dilapisi bahan tahan api, bukan bahan yang mudah terbakar seperti yang ditemukan di kabin.

Alhasil, ketika percikan terjadi, api dengan cepat menyebar di dalam kabinnya yang tertutup rapat dan penuh oksigen murni bertekanan tinggi. Lebih parah lagi, material kabin pun dibuat dari bahan mudah terbakar. Ini menjadi kombinasi mematikan bagi penyalaan api.

Situasi diperburuk oleh desain pintu kabin yang membuka ke dalam, sehingga saat tekanan di dalam meningkat akibat kebakaran pintu mustahil dibuka dari dalam. Akibatnya, ketiga astronot terjebak tanpa bisa menyelamatkan diri.

Setelah kejadian inilah, NASA kemudian berbenah dan belajar banyak dari kesalahan tersebut. Dua tahun kemudian, pada 20 Juli 1969, langkah pertama manusia benar-benar tercetak di permukaan Bulan lewat misi Apollo 11.

(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article NASA Mendadak Ungkap Fakta Baru, Bumi Tak Lagi Mengelilingi Matahari


Most Popular
Features