Lowongan Kerja Ungkap Jumlah Sebenarnya Warga AS Tewas di Perang Iran

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
30 March 2026 10:15
Citra satelit menunjukkan upaya untuk mengendalikan kebakaran di kilang minyak Ras Tanura di Arab Saudi setelah serangan pesawat tak berawak, di tengah konflik AS-Israel dengan Iran, di Ras Tanura, Arab Saudi, 2 Maret 2026. Vantor/Handout via REUTERS.
Foto: via REUTERS/VANTOR

Jakarta, CNBC Indonesia - Sebuah lowongan kerja tak biasa dari kontraktor militer Amerika Serikat mendadak viral dan memicu spekulasi publik soal potensi meningkatnya jumlah korban tewas dalam operasi militer Negeri Paman Sam.

Perusahaan Joint Technology Solution, Inc. membuka posisi "personal effects specialist", yakni orang yang bertugas mengelola barang-barang pribadi milik prajurit yang gugur di Dover Air Force Base, Delaware. Lowongan ini dipasang di platform pencari kerja seperti Indeed dan Glassdoor.

Pengumuman lowongan kerja tersebut, yang tidak bertanggal, di unggah di X oleh Rebekah Jones, seorang aktivis dan ilmuwan iklim.

"Ini bukan pertanda baik bagi Amerika Serikat bahwa Dover AFB 'segera merekrut' orang untuk memilah barang-barang pribadi tentara yang meninggal," tulis Jones, dikutip dari YahooNews, Senin (30/3/2026).

Dipasangnya iklan ini langsung memicu reaksi di media sosial. Banyak warganet menilai perekrutan tersebut sebagai sinyal meningkatnya korban dalam konflik yang melibatkan AS, khususnya di tengah ketegangan dengan Iran.

Spekulasi itu muncul di tengah kabar tewasnya enam tentara cadangan AS dalam serangan drone Iran di Kuwait. Empat di antaranya telah diidentifikasi oleh Departemen Pertahanan, sementara dua lainnya masih menunggu pemberitahuan kepada keluarga.

Pihak perusahaan membantah adanya indikasi lonjakan kebutuhan mendadak. Manajer program Hillary Boyce menegaskan bahwa lowongan tersebut rutin dipasang setiap bulan dan justru sulit mendapatkan kandidat yang sesuai kualifikasi.

Adapun posisi tersebut mensyaratkan izin keamanan tingkat rahasia, kemampuan bekerja di lingkungan militer, serta empati tinggi terhadap keluarga prajurit yang gugur. Gaji yang ditawarkan sebesar US$ 15,66 (Rp 266 ribu) per jam sesuai kontrak pemerintah.

Fasilitas Joint Personal Effects Depot sendiri memiliki peran penting dalam mengelola dan mengembalikan barang-barang pribadi prajurit yang meninggal.

Unit ini didirikan setelah serangan 11 September 2001 dan hingga kini menjadi bagian dari operasi pemulasaraan jenazah militer AS secara global.

Di sisi lain, pemerintah AS masih minim memberikan detail terkait operasi militernya terhadap Iran. Menteri Pertahanan Pete Hegseth menyebut konflik dapat berlangsung antara tiga hingga delapan minggu, dengan target melumpuhkan kemampuan militer Iran, termasuk rudal dan drone.

Air Force Mortuary Affairs Operations belum memberikan tanggapan terkait permintaan komentar mengenai lowongan tersebut.

Sementara Boyce menyatakan pihaknya terbuka terhadap pertanyaan terkait posisi tersebut dan mendorong kandidat yang berminat untuk melamar.

"Kami selalu mencari kandidat yang memenuhi syarat," ujarnya.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Terungkap Senjata Super Canggih Amerika Serang Iran Bertubi-tubi


Most Popular
Features