Medsos 70 Juta Warga RI Besok Diblokir, Ini Cara Tetap Pakai Instagram
Jakarta, CNBC Indonesia - Platform Instagram punya aturan bagi pengguna usia remaja melalui skema Akun Remaja. Kebijakan ini menyasar pengguna 13-17 tahun dengan pengaturan otomatis, mulai dari privasi, interaksi, hingga pembatasan waktu penggunaan.
Langkah ini sejalan dengan dorongan regulasi pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) Nomor 9 Tahun 2026 yang merupakan turunan dari PP Nomor 17 Tahun 2025 atau PP Tunas, dan mulai berlaku pada 28 Maret 2026.
Di sinilah peran orang tua menjadi penting. Instagram menyediakan fitur pengawasan yang memungkinkan orang tua memantau aktivitas anak tanpa harus mengambil alih akun.
Orang tua dapat mengatur durasi penggunaan harian, melihat akun mana saja yang berinteraksi dengan anak, hingga menyetujui atau menolak perubahan pengaturan keamanan.
Dengan pengawasan ini, orang tua bisa menyetujui atau menolak permintaan anak remaja mereka untuk membuat pengaturan keselamatan mereka lebih longgar.
Tak sepenuhnya bebas
Bagi remaja usia 16 tahun, penggunaan Instagram tidak lagi sepenuhnya bebas. Sejak awal pendaftaran, akun akan langsung diatur sebagai akun privat. Meski pengguna usia 16-17 tahun diberi ruang untuk mengubah pengaturan, termasuk membuka akun menjadi publik, kecuali mereka telah menyiapkan pengawasan dengan orang tua atau wali mereka.
Sementara untuk akun remaja di bawah 16 tahun yang sudah ada, akan diatur menjadi privat. Mereka perlu izin orang tua atau wali untuk mengubah akun mereka menjadi akun publik.
Remaja yang berusia 16-17 tahun dengan akun publik yang ada tidak akan otomatis diatur menjadi akun privat, dan mereka bisa terus membuat akun mereka publik tanpa izin.
Dari sisi interaksi, sistem juga diperketat. Akun remaja secara otomatis hanya bisa menerima pesan dari akun yang sudah mereka ikuti atau pernah berinteraksi.
Tag, penyebutan, hingga fitur remix konten juga dibatasi hanya untuk lingkar pertemanan.
Instagram juga mengaktifkan perlindungan tambahan dengan memburamkan gambar yang terdeteksi mengandung unsur ketelanjangan di pesan langsung. Namun, proteksi konten telanjang saat ini tidak didukung di desktop atau browser web atau Meta Quest.
Tak hanya itu, konten yang muncul di linimasa juga sudah difilter. Remaja hanya akan melihat konten yang dikategorikan sesuai usia 13 tahun ke atas. Komentar yang berpotensi mengganggu akan disembunyikan secara otomatis, begitu juga dengan permintaan pesan mencurigakan yang difilter oleh sistem.
Pengaturan lain yakni adanya kontrol waktu. Instagram secara otomatis mengaktifkan mode tidur setiap hari mulai pukul 22.00 hingga 07.00. Selama periode ini, notifikasi akan disenyapkan dan sistem akan mendorong pengguna untuk berhenti menggunakan aplikasi.
Cara orang tua mengawasi akun Instagram anak
Berdasarkan panduan resmi Instagram, proses pengawasan tidak bisa dilakukan sepihak. Baik anak maupun orang tua harus saling menyetujui melalui sistem undangan. Mekanismenya dimulai dari salah satu pihak, remaja atau orang tua, yang mengirimkan undangan pengawasan. Undangan tersebut kemudian harus diterima agar fitur pengawasan bisa aktif.
Jika undangan dikirim oleh anak, ada tahapan tambahan yang wajib dilakukan, yakni memastikan bahwa penerima undangan benar-benar orang tua atau wali yang tepat.
Setelah orang tua menerima undangan, anak harus mengonfirmasi identitas tersebut sebelum pengawasan dimulai. Sebaliknya, jika undangan berasal dari orang tua, maka pengawasan langsung aktif begitu undangan diterima oleh anak.
Instagram menegaskan bahwa hanya satu orang tua yang dapat mengawasi satu akun remaja. Sementara itu, tiap orang tua tetap bisa mengawasi lebih dari satu anak tetapi dengan batasan teknis tertentu, termasuk hanya dapat memiliki satu tautan undangan aktif dalam satu waktu.
Dari sisi kelayakan, sistem ini hanya berlaku untuk pengguna remaja berusia 13-17 tahun dan orang tua yang berusia minimal 18 tahun. Keduanya juga wajib memiliki akun Instagram aktif untuk dapat mengirim maupun menerima undangan pengawasan.
Setelah undangan diterima, sistem akan mengirimkan notifikasi kepada pihak yang mengundang. Sebaliknya, jika undangan ditolak, pengirim juga akan mendapatkan pemberitahuan penolakan tersebut.
Instagram juga mengingatkan bahwa fitur ini hanya dapat berjalan optimal jika aplikasi telah diperbarui ke versi terbaru, baik di perangkat Android, iPhone, maupun melalui browser.
Berikut cara mengirimkan undangan sebagai anak remaja:
- Buka Instagram
- Klik ikon garis tiga di kiri bawah, lalu klik Pengaturan
- Klik Pengawasan
- Tinjau informasi di layar, lalu klik Berikutnya
- Klik Buat undangan
- Ketuk tautan undangan untuk menyalinnya ke clipboard, lalu tempelkan ke aplikasi pilihan untuk membagikannya dengan orang tua.
Untuk mengirimkan undangan sebagai orang tua:
- Buka Instagram
- Klik ikon garis tiga di kiri bawah, lalu pilih Pengaturan.
- Ketuk Pengawasan.
- Klik Buat undangan di menu kiri.
- Tinjau informasi di layar, lalu klik Lanjutkan.
- Klik Salin undangan atau tautan undangan untuk menyalinnya ke clipboard, lalu menempelnya ke aplikasi pilihan untuk membagikannya dengan anak remaja.
(dem/dem) Add
source on Google