Habis PHK Karyawan, Pemilik Instagram Tebar Bonus Triliunan Rupiah
Jakarta, CNBC Indonesia - Para petinggi Meta dikabarkan mendapatkan bonus hampir US$1 miliar (Rp 16,9 triliun). Laporan tersebut datang setelah raksasa teknologi itu memecat 700 karyawan baru-baru ini.
Uang senilai US$921 juta (Rp 15,5 triliun) itu bagian dari rencana opsi saham baru untuk para eksekutif puncak. Bonus akan diberikan jika para bos tersebut bisa mencapai target pertumbuhan, termasuk mencapai nilai US$9 triliun (Rp 15,2 kuadriliun) pada 2031 mendatang, dikutip dari Daily Mail, Jumat (27/3/2026).
Tujuan ambisius Meta ini datang setelah CEO Mark Zuckerberg menegaskan fokus perusahaan pada AI. Belanja perusahaan sendiri yang mencapai US$115 miliar (Rp 1.947 triliun), sebagian besarnya dialokasikan untuk AI.
Perusahaan riset kompensasi Equilar menyebutkan insentif kemungkinan akan didapatkan Chief Technology Officer Andrew Bosworth, Chief Product Officer Chris Cox, dan Chief Operating Officer Javier Olivan.
Sementara opsi saham terendah akan didapatkan Kepala Bagian Keuangan Susan Li. Kabarnya dia akan mendapatkan US$161 juta (Rp 2,7 triliun).
Opsi saham itu juga akan diberikan kepada Dina Powell McCormick selaku presiden dan wakil ketua, serta Kepala Bagian Hukum Chris Mahoney.
"Ini menjadi pertaruhan besar. Paket gaji tidak akan terwujud kecuali Meta mencapai kesuksesan besar di masa depan, yang menguntungkan seluruh pemegang saham," kata Juru Bicara Meta kepada The Times.
The Times juga melaporkan semua pemimpin itu boleh membeli opsi saham tambahan saat perusahaan mencapai target pertumbuhan.
Bonus kali ini berselang 14 tahun setelah pertama kali digulirkan Meta kepada para eksekutifnya tahun 2012 lalu.
Sementara itu PHK terbaru kabarnya menyasar beberapa tim. Mulai dari Facebook, operasi global, perekrutan, penjualan hingga Reality Labs yang merupakan divisi realitas virtual perusahaan.
Menurut sumber, beberapa karyawan ditawari peran baru dalam perusahaan. Namun posisi baru memerlukan relokasi.
"Tim-tim di seluruh Meta secara rutin melakukan restrukturisasi atau menerapkan perubahan untuk memastikan mereka berada dalam posisi terbaik untuk mencapai tujuan mereka. Jika dimungkinkan, kami mencari peluang lain untuk karyawan yang terdampak," kata Juru Bicara Meta dikutip dari CNBC Internasional.
(dem/dem) Add
source on Google