Eropa Mau Perang Pakai Senjata Canggih Seperti Amerika di Iran

Novina Putri Bestari,  CNBC Indonesia
27 March 2026 10:35
Warga memeriksa mobil-mobil yang rusak di lokasi serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Odesa, Ukraina, 13 Februari 2026. (REUTERS/Nina Liashonok)
Foto: Warga memeriksa mobil-mobil yang rusak di lokasi serangan pesawat tak berawak Rusia, di tengah serangan Rusia terhadap Ukraina, di Odesa, Ukraina, 13 Februari 2026. (REUTERS/Nina Liashonok)

Jakarta, CNBC Indonesia - AI di dunia militer bukan sesuatu yang baru. Kini, angkatan darat Jerman tengah mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi tersebut di medan perang.

Komandan angkatan darat, Letnan Jenderal Christian Feuding mengungkapkan pihaknya tengah berupaya mempercepat pengambilan keputusan penggunaan AI. Jerman mempelajari penggunaannya dari yang dilakukan beberapa pasukan, termasuk Ukraina untuk melawan Rusia.

"Ukraina memanfaatkan data yang dikumpulkan selama empat tahun perang. Berdasarkan data ini, AI bisa menyimpulkan bagaimana musuh bertindak dalam situasi serupa di masa lalu, dan melakukan rekomendasi untuk tindakan balasan," kata Feuding dikutip dari Reuters, Kamis (26/3/2026).

Tugas yang dilakukan saat ini, dia mengatakan perlu dilakukan berhari-hari oleh ratusan personel. AI dirasa bisa mempercepat pengerjaannya.

Feuding juga memastikan AI hanya akan menjadi alat untuk memfasilitasi pengambilan keputusan, sedangkan keputusan akhir tetap berada di tangan manusia.

"Tugas mengambil keputusan analitis dan seimbang akan selalu tetap berada di tangan manusia, di tangan prajurit," ucapnya.

Penerapan AI untuk angkatan darat Jerman juga tak sembarangan. Feuding menjelaskan penting menyelaraskan sistem AI dengan standar yang dimiliki oleh NATO.

Feuding juga memuji solusi AI milik Amerika Serikat, yang disebut menawarkan keuntungan praktis. Alasannya karena penyebaran teknologi yang sudah jauh lebih maju dibandingkan wilayah lain.

Selain itu, dia menggarisbawahi soal kedaulatan data dan keamanan. Kedua hal tersebut, menurutnya perlu menjadi pertimbangan.

"Secara pribadi, saya pikir penting untuk segera menjalankan sesuatu. Tentu saja, masalah seperti kedaulatan data dan keamanan perlu dipertimbangkan," kata Feuding.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Diancam Menteri Perang Amerika, Raja AI Tak Gentar


Most Popular
Features