Aplikasi Terkenal Ditutup Padahal Baru 6 Bulan, Cuma Buang-Buang Duit
Jakarta, CNBC Indonesia - OpenAI menutup aplikasi video berbasis AI, Sora, hanya enam bulan setelah diluncurkan dan sempat viral di kalangan pengguna. Perusahaan mengumumkan keputusan tersebut pada Selasa waktu setempat.
"Kami mengucapkan selamat tinggal kepada Sora. Kepada semua yang telah berkarya dengan Sora, membagikannya, dan membangun komunitas di sekitarnya: terima kasih," tulis OpenAI, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (25/3/2026).
"Apa yang Anda ciptakan dengan Sora berarti, dan kami tahu kabar ini mengecewakan," imbuh pernyataan tersebut.
Padahal, Sora mencatatkan performa mengesankan dengan menembus 1 juta unduhan dalam waktu kurang dari lima hari sejak peluncuran pada akhir September dan sempat memuncaki App Store Apple.
Namun, di balik popularitas tersebut, OpenAI kini tengah menekan biaya operasional di tengah upaya mendukung valuasi jumbo US$730 miliar dan membuka jalan menuju penawaran umum perdana (IPO).
Langkah ini juga mencerminkan perubahan strategi perusahaan. OpenAI mulai mengerem sejumlah proyek ambisius dan memilih fokus sebagai pembeli kapasitas cloud besar, bukan membangun pusat data raksasa sendiri.
Selain menutup Sora, OpenAI juga menghentikan pengembangan fitur belanja Instant Checkout serta menggabungkan sejumlah produknya, browser, ChatGPT, dan Codex, ke dalam satu aplikasi super desktop.
Dari sisi kemitraan, rencana investasi US$1 miliar dari Disney yang sebelumnya diumumkan pada Desember juga batal terealisasi. Disney menyatakan menghormati keputusan OpenAI.
"Kami menghormati keputusan OpenAI untuk keluar dari bisnis pembuatan video dan mengalihkan prioritasnya ke area lain," kata perwakilan Disney.
Ke depan, OpenAI akan mengalihkan fokus ke penggunaan AI dengan produktivitas tinggi, terutama di segmen enterprise.
"Yang paling penting bagi kami saat ini adalah tetap fokus dan mengeksekusi dengan sangat baik," ujar CEO aplikasi OpenAI, Fidji Simo.
(dem/dem) Addsource on Google [Gambas:Video CNBC]