Bos Google Habiskan Rp 764,4 M Demi Hindari Pajak Orang Kaya
Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu pendiri Google, Sergey Brin, menggelontorkan dana total sebesar US$ 45 juta atau setara Rp 764,4 miliar (asumsi kurs Rp 16.988 per US$) untuk mendanai kampanye penolakan pajak bagi miliarder di California, Amerika Serikat.
Dana tersebut disalurkan kepada komite aksi politik (Super PAC) bernama Building a Better California yang secara khusus dibentuk untuk memblokir regulasi pajak orang kaya di negara bagian tersebut.
Melansir The Guardian, Juru bicara Building a Better California Abby Lunardini membenarkan adanya penerimaan dukungan finansial dari para miliarder teknologi tersebut. Ia menjelaskan bahwa komite politiknya saat ini memang tengah berfokus pada upaya reformasi kebijakan jangka panjang di wilayah California.
"Kami percaya pada investasi publik di bidang perumahan, infrastruktur, dan pendidikan, tetapi juga bahwa warga California berhak mendapatkan lebih banyak akuntabilitas dan perlindungan atas uang pajak mereka," ujar Abby dilansir The Guardian, dikutip Senin (23/3/2026).
Rancangan aturan yang ditentang oleh Brin dan elit Silicon Valley ini dikenal sebagai Undang-Undang Pajak Miliarder California. Aturan tersebut mengharuskan setiap penduduk California yang memiliki kekayaan lebih dari US$ 1 miliar untuk membayar pajak satu kali sebesar 5% dari total aset mereka, guna mendanai program pendidikan, bantuan makanan, dan perawatan kesehatan.
Berdasarkan perhitungan, penerapan aturan pajak ini akan membuat Sergey Brin, yang memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 247 miliar, harus membayar pajak hingga lebih dari US$ 12 miliar.
Rencana penerapan pajak yang didasarkan pada status domisili per 1 Januari 2026 ini bahkan telah memicu Brin dan sejumlah miliarder lain untuk eksodus pindah dari California pada akhir tahun lalu, di mana Brin kini memilih menetap di Nevada.
Selain Brin, mantan CEO Google Eric Schmidt juga tercatat ikut menentang aturan ini dengan menyumbangkan dana lebih dari US$ 3 juta kepada Super PAC yang sama. Schmidt juga diketahui memberikan dana tambahan sebesar US$ 1,04 juta kepada komite lain bernama California Business Roundtable yang memiliki tujuan serupa.
Penolakan terhadap pajak miliarder ini mendapat dukungan finansial dari berbagai tokoh teknologi terkemuka lainnya. Sejumlah nama besar seperti pendiri Palantir Peter Thiel, CEO DoorDash Tony Xu, hingga CEO Stripe Patrick Collison tercatat ikut menyumbangkan jutaan dolar ke komite aksi politik penolak pajak tersebut demi melindungi aset mereka.
(haa/haa) Add
source on Google