10 Pekerjaan Ini Paling Gampang Diganti AI, Harus Siap Ganti Profesi

Intan Rakhmayanti,  CNBC Indonesia
17 March 2026 19:40
Peserta BP Jamsostek konsultasi layanan tanpa kontak fisik dengan virtual di Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Cilandak, Kamis (18/6/2020). Layanan secara virtual ini merupakan penerapan sesuai dengan protokol kesehatan tanpa harus kontak langsung antara petugas dan peserta BP Jamsostek dalam rangka mencegah penularan COVID-19. Kepala Kantor Cabang Puspitaningsih mengatakan adanya layanan konsultasi tanpa kontak fisik ini di Cabang Cilandak ini disesuaikan dengan aturan protokol kesehatan dan untuk memutus penyebaran Covid-19.  Kantor cabang ini menyediakan skat-skat yang dilengkapi layar monitor yang terhubung dengan petugas secara video conference untuk kebutuhan komunikasi dan verifikasi data. "Melalui metode ini, setiap petugas Customer Service Officer (CSO) melayani 4-6 orang sekaligus dalam waktu bersamaan" kata Puspaningsih. Seperti diketahui peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berhenti dari tempat kerja atau terkena PHK dapat mengajukan pencairan Jaminan Hari Tua (JHT) secara online. Masalah tersebut ditengarai terjadi karena melonjaknya jumlah klaim JHT, akibat gelombang PHK di masa pandemi virus Corona. Puspitaningsih juga memberikan data Jumlah klaim Jaminan Hari Tua, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian dan Jaminan Pensiun di cabang Cilandak ini mencapai 7.266 dari bulan Maret sampai 16 Juni 2020. Dimana 95% klaim untuk Jaminan Hari Tua.  (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)
Foto: Layanan BPJS Ketenagakerjaan (CNBC Indonesia/ Muhammad Sabki)

Jakarta, CNBC Indonesia - Perkembangan kecerdasan buatan (AI) yang makin masif, kini mulai menunjukkan dampak pada berbagai profesi. Laporan terbaru dari Anthropic mengungkap 10 pekerjaan yang paling terdampak otomatisasi AI, dengan programmer komputer berada di posisi teratas.

Laporan yang bertajuk Labor Market Impacts of AI: New Measure and Early Evidence itu menggunakan metode baru bernama "observed exposure", yakni ukuran untuk melihat sejauh mana tugas pekerjaan sudah benar-benar mulai diotomatisasi oleh AI, bukan sekadar potensi teoritisnya.

Pendekatan ini membedakan antara kemampuan AI secara teoritis dan penggunaan AI yang sudah terjadi di dunia kerja.

Hasilnya menunjukkan bahwa programmer komputer menjadi profesi dengan paparan AI tertinggi, mencapai 74,5%. Artinya, sebagian besar tugas dalam pekerjaan tersebut sudah mulai bisa diotomatisasi oleh teknologi AI, khususnya model bahasa besar.

Di posisi berikutnya terdapat customer service representative (70,1%), diikuti petugas entri data (67,1%) serta spesialis rekam medis (66,7%).

Berdasarkan data dalam laporan tersebut, berikut 10 profesi dengan paparan AI tertinggi:

  1. Computer programmers (74,5%): Posisi pertama ditempati oleh para programer. Mayoritas tugasnya, coding, membuat update, dan mengelola software, kini mulai banyak diambil alih secara otomatis oleh AI.
  2. Customer service (70,1%): Interaksi dengan pelanggan, memproses pesanan, hingga menangani komplain, kini pelan-pelan mulai digantikan oleh chatbot AI.
  3. Data entry (67,1%): Pekerjaan repetitif seperti membaca dokumen sumber dan memasukkan datanya ke dalam sistem.
  4. Spesialis rekam medis (66,7%): Mengompilasi, menyarikan, dan mengodekan data pasien menjadi tugas yang mudah digantikan sistem.
  5. Analis riset pasar dan pemasaran (64,8%): Tugas menyusun laporan, membuat grafik ilustrasi data, hingga menerjemahkan temuan riset rumit kini mudah dikerjakan dengan mesin.
  6. Sales penjualan grosir dan manufaktur (62,8%): Pekerjaan menghubungi pelanggan untuk mendemonstrasikan produk dan meminta pesanan punya tingkat paparan AI yang cukup tinggi.
  7. Analis keuangan dan investasi (57,2%): Menganalisis informasi keuangan untuk memproyeksi kondisi bisnis, industri, atau ekonomi bisa kerjkan cepat oleh AI.
  8. Analis dan penguji software quality (51,9%): Tugas memodifikasi software untuk memperbaiki bug atau meningkatkan performa sudah bisa dikerjakan ke AI.
  9. Analis keamanan informasi (48,6%): Melakukan analisis risiko siber dan menguji keamanan pemrosesan data juga masuk dalam tren otomasi.
  10. Spesialis support komputer (46,8%): Menjawab pertanyaan pengguna terkait pengoperasian software atau hardware kini bisa ditangani oleh agen AI.

Namun demikian, masih banyak tugas atau pekerjaan yang tetap berada di luar jangkauan AI, mulai dari pekerjaan fisik di sektor pertanian seperti memangkas pohon dan mengoperasikan mesin pertanian, hingga tugas hukum seperti mewakili klien di pengadilan.

  • Berikut adalah beberapa pekerjaan yang paling susah digantikan AI:
  • Guru dan tenaga pendidik: AI sekarang memang sudah bisa menilai PR atau tugas siswa. Namun, mereka tak bisa mengelola dan mengajar ruang kelas.
  • Perawat dan praktisi kesehatan: Profesi perawat terdaftar memiliki tingkat paparan AI yang sangat rendah
  • Pekerja lapangan dan kasar: Ini termasuk pekerjaan pertanian (memangkas pohon, mengoperasikan traktor mesin), mekanik sepeda motor, koki dan tukang cuci piring, penjaga pantai, bartender , hingga penjaga ruang ganti baju.
  • Pengacara litigasi: Pekerjaan legal spesifik yang mengharuskan perwakilan klien secara lisan di ruang sidang pengadilan juga masih jauh dari jangkauan otomasi AI.

(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
[Gambas:Video CNBC]
Next Article Banyak Pekerjaan Mulai Punah, Cepat Ganti Profesi Sebelum Telat


Most Popular
Features