PHK Makin Ganas di Facebook Gara-gara Ambisi Zuckerberg
Jakarta, CNBC Indonesia - Meta dikabarkan akan melakukan PHK besar-besaran untuk kesekian kalinya. Ini semua berkat ambisi besar CEO Mark Zuckerberg untuk mendominasi teknologi kecerdasan buatan (AI).
Tiga sumber mengatakan Meta berencana memangkas karyawan mencapai 20% atau bisa lebih banyak lagi. Belum ada tanggal pelaksanaan PHK tersebut.
PHK dilakukan sebagai cara Meta mengimbangi infrastruktur AI perusahaan. Alasan lainnya, Meta tengah mempersiapkan efisiensi lebih besar untuk pekerja yang dibantu dengan AI, dikutip dari Reuters, Senin (16/3/2026).
Dua orang sumber menyebutkan petinggi Meta telah memberikan sinyal ke pemimpin senior soal rencana tersebut. Termasuk meminta mereka merencanakan cara mengurangi jumlah karyawan.
Pihak Meta telah buka suara soal kabar tersebut. Juru bicara Andy Stone menyebut laporan itu spekulatif.
"Ini merupakan laporan spekulatif mengenai pendekatan teoritis," kata Stone.
Reuters menyebutkan jika benar laporan pengurangan karyawan mencapai 20% menjadi angka signifikan sejak restrukturisasi di Meta pada akhir 2022 dan awal 2023. Saat itu, Meta mengalami tahun efisiensi dalam melakukan PHK besar-besaran.
Sebagai informasi, PHK November 2022 mengorbankan 11 ribu pegawai atau 13%. Meta kembali memangkas karyawannya empat bulan kemudian dengan jumlah 10 ribu pekerja.
Fokus Meta pada AI bukanlah sesuatu yang mengejutkan. Sebab Zuckerberg sudah mendorong perusahaannya bersaing lebih ketat dalam AI generatif selama tahun lalu.
Salah satunya mencari orang-orang terbaik di bidang AI untuk bisa masuk ke Meta. Zuckerberg menawarkan paket gaji besar ratusan juta dolar selama empat tahun untuk masuk tim superintelijen perusahaan.
Meta juga telah menyiapkan uang untuk pengembangan AI. Misalnya US$600 miliar (Rp 10 ribu triliun) untuk membangun pusat daya pada 2028, dan US$2 miliar (Rp 33,9 triliun) untuk membeli startup AI China bernama Manus.
source on Google [Gambas:Video CNBC]