Deal Jumbo Rp 532 Triliun, Raksasa Israel Resmi Gabung ke Google

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Kamis, 12/03/2026 19:00 WIB
Foto: Bendera Israel dan Amerika berkibar di US Capitol selama unjuk rasa mendukung Israel dan memprotes antisemitisme di National Mall di Washington, 14 November 2023. (REUTERS/TOM BRENNER)

Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa teknologi AS, Google, mengakuisisi perusahaan keamanan siber asal Israel, Wiz, dengan nilai US$32 miliar atau sekitar Rp532 triliun. Nilai ini menjadikannya sebagai akuisisi terbesar dalam sejarah Google.

Kesepakatan tersebut rampung sekitar satu tahun setelah pertama kali diumumkan oleh kedua perusahaan. Wiz akan bergabung dengan layanan komputasi awan Google, yakni Google Cloud, tetapi tetap mempertahankan mereknya serta komitmen untuk mengamankan pelanggan di berbagai lingkungan cloud.


Wiz dikenal sebagai penyedia platform keamanan yang melindungi lingkungan cloud besar dari berbagai ancaman siber, sekaligus membantu perusahaan mencegah dan merespons serangan digital.

Sumber yang mengetahui transaksi tersebut menyebutkan bahwa akuisisi dilakukan setelah Wiz berhasil melampaui pendapatan tahunan berulang sebesar US$1 miliar pada 2025.

Google menyebut langkah ini sebagai investasi besar untuk memperkuat keamanan cloud di tengah meningkatnya penggunaan teknologi komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).

"Akuisisi ini merupakan investasi Google Cloud untuk meningkatkan keamanan cloud dan memungkinkan organisasi membangun dengan cepat dan aman di berbagai platform cloud atau AI," demikian pernyataan Google, dikutip dari TechCrunch, Kamis (12/3/2026).

Langkah ini juga dinilai langkah tepat karena banyak perusahaan besar kini mengoperasikan sistem di berbagai layanan cloud sekaligus, seperti Google Cloud, Amazon Web Services, Microsoft Azure, hingga Oracle Cloud.

Dengan mengakuisisi Wiz, Google menarik lebih banyak klien korporasi melalui platform keamanan multi-cloud yang mampu melindungi berbagai sistem sekaligus.

Ke depan, Google dan Wiz akan mengembangkan platform keamanan terpadu untuk membantu perusahaan merespons ancaman siber dengan lebih cepat. Kebutuhan ini semakin mendesak seiring meningkatnya praktik pengembangan berbasis AI atau vibe coding yang memicu lebih banyak celah keamanan serta serangan berbasis prompt.

Wiz sendiri telah memanfaatkan teknologi AI untuk meningkatkan kemampuan deteksi dan investigasi ancaman di setiap lapisan sistem cloud, mulai dari kode, infrastruktur, hingga lingkungan runtime.

Sebelumnya, Google pernah mencoba mengakuisisi Wiz pada 2024 dengan nilai US$23 miliar. Namun tawaran tersebut ditolak.

CEO Wiz, Assaf Rappaport, saat itu menilai perusahaannya masih memiliki potensi pertumbuhan yang jauh lebih besar.

Pembicaraan akuisisi kemudian kembali dilakukan pada awal 2025. Google akhirnya mengumumkan rencana pembelian Wiz senilai US$32 miliar pada Maret 2025.

Kesepakatan ini rampung setelah mendapatkan persetujuan regulator Amerika Serikat dan Uni Eropa masing-masing pada November 2025 dan Februari 2026, setelah melalui penyelidikan antimonopoli.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Warga RI Doyan Belanja Online di Ramadan,Fintech Jamin Keamanan