Harga HP Oppo Naik Mulai 16 Maret, Krisis 2026 Makin Terasa Efeknya

Intan Rakhmayanti Dewi, CNBC Indonesia
Rabu, 11/03/2026 19:40 WIB
Foto: Oppo Reno 15 series siap diluncurkan di Indonesia. (CNBC Indonesia/Novina Putri Bestari)

Jakarta, CNBC Indonesia - Harga ponsel diprediksi makin mahal, imbas krisis kelangkaan chip memori global. Sejumlah merek teknologi asal China mulai menaikkan harga produk mereka.

Produsen ponsel Oppo dan OnePlus mengonfirmasi akan menaikkan harga sejumlah smartphone yang telah dirilis sebelumnya mulai 16 Maret 2026.


Kebijakan tersebut diambil menyusul melonjaknya biaya sejumlah komponen utama ponsel, terutama memori RAM dan perangkat penyimpanan berkecepatan tinggi yang saat ini mengalami kelangkaan di pasar global.

Dalam pengumuman resmi melalui toko online-nya, Oppo menyebut kenaikan harga dilakukan setelah melakukan evaluasi terhadap lonjakan biaya produksi.

"Menanggapi meningkatnya biaya sejumlah komponen utama ponsel, termasuk perangkat keras penyimpanan berkecepatan tinggi, setelah melalui evaluasi yang cermat kami memutuskan hal berikut: mulai pukul 00.00 pada 16 Maret 2026, Oppo akan menyesuaikan harga beberapa produk yang telah dirilis sebelumnya untuk memastikan kualitas produk yang unggul serta pengalaman pengguna yang optimal," tulis perusahaan dalam pemberitahuannya, dikutip dari 9to5Google, Rabu (11/3/2026).

Produk yang terdampak penyesuaian harga mencakup ponsel Oppo seri A, seri K, serta perangkat dari merek OnePlus. Namun Oppo memastikan model flagship seperti seri Find, Reno, serta tablet Oppo Pad tidak ikut mengalami kenaikan harga untuk saat ini.

Hingga saat ini belum ada kepastian apakah kenaikan harga tersebut juga akan berlaku di pasar luar China, termasuk Amerika Serikat. Namun kondisi ini menjadi sinyal bahwa tekanan biaya produksi mulai berdampak langsung ke harga ponsel di pasar.

CNBC Indonesia sudah mencoba konfirmasi ke pihak Oppo Indonesia mengenai kenaikan harga di dalam negeri, namun sampai berita ini ditulis belum ada tanggapan dari perusahaan.

Kenaikan harga ini terjadi di tengah proyeksi suram industri smartphone global. Laporan terbaru memperkirakan pasar smartphone bisa menyusut hingga 13% tahun ini, penurunan yang bahkan lebih dalam dibandingkan saat puncak pandemi Covid-19.

HP China Paling Terdampak Krisis Chip

Terpisah, Associate Market Analyst Devices Research IDC Indonesia, Vanessa Aurelia mengatakan kenaikan harga telah terlihat sejak awal tahun ini. Krisis chip global yang masih terus berlanjut mendorong kenaikan harga perangkat elektronik di berbagai negara hingga berdampak ke Indonesia.

Segmen smartphone dengan harga murah dikatakan akan paling terdampak dari tren ini, karena margin vendor masih relatif tipis di segmen tersebut dan sulit menyerap kenaikan biaya.

"Karena itu, kenaikan harga akan lebih terlihat di segmen [HP murah] ini," jelasnya.

Penyesuaian mungkin bisa dilakukan pada segmen menengah (mid-range) dan atas (flagship). Namun, sebagian biaya masih bisa diteruskan ke harga jual, dengan opsi penyesuaian spesifikasi untuk membuat harga lebih terkendali.

Konsumen juga diperkirakan akan langsung merasakan dampak kenaikan saat penyesuaian harga dilakukan. Jadi pembeli perlu menyiapkan anggaran lebih untuk mendapatkan perangkat yang diinginkan.

Vanessa mengatakan kondisi ini kemungkinan akan mulai mereda pada semester II mendatang. Namun dengan harga yang tetap tinggi hingga awal 2027.

Asus dan vivo Umumkan Penyesuaian Harga

Sementara itu, sejumlah vendor juga telah mengatakan akan menaikkan harga perangkat. Salah satunya vivo Indonesia yang mengatakan penyesuaian harga dilakukan dengan pertimbangan sejumlah faktor.

"Betul, beberapa product vivo akan ada penyesuaian harga yang merupakan hasil dari pertimbangan menyeluruh terhadap berbagai faktor, termasuk pengelolaan biaya komponen," kata PR Manager vivo Indonesia Alexa Tiara kepada CNBC Indonesia.

Kebijakan tidak diterapkan menyeluruh, dan dilakukan berbeda-beda untuk setiap segmennya. Alexa mengatakan setiap seri memiliki spesifikasi, struktur biaya dan segmentasi pasar berbeda.

Asus juga melakukan hal serupa di Indonesia mulai kuartal I-2026. Alasannya karena adanya dinamika rantai pasok komponen global, dan menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan pasokan serta kualitas produk.

"Sehubungan dengan dinamika rantai pasok komponen global, Asus akan melakukan penyesuaian harga pada produk laptop yang dipasarkan di Indonesia," ujar Head of PR and Digital Marketing ASUS Indonesia Brama Setyadi kepada CNBC Indonesia.

Menurutnya, penyesuaian harga dilakukan merata di seluruh kategori segmen laptop ASUS. Jadi dampaknya bakal dirasakan secara menyeluruh.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:

Video: Warga RI Doyan Belanja Online di Ramadan,Fintech Jamin Keamanan